Page 261 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 261

KEPING 25


             Tidak pernah ada yang bertanya kepadanya padahal ia
           juga sama-sama punya protes.  Lalu, kenapa aku yang di -
           tinggalkan? Kurang berhargakah aku sampai-sampai mereka
           sibuk dengan perkara cintanya masing-masing dan lupa ka lau

           aku ada? Kena pa kamu begitu lemah dan egois, Mama? Kenapa
           kamu ti dak menyelesaikan masalahmu dan malah memilih kabur,
           Papa? Dan, sekarang....
             Re terkekeh. Pahit.

           [Lihatlah  Ibunda,  yang  ada  di
           alam sana, dan Ayahanda, di mana
           pun  engkau  berada.  Cukup  24
           tahun bagiku untuk menjadi kalian
           ber dua. Aku nyaris melari kan istri
           orang, dan sekarang aku akan men-
           coba peruntungan men cabut nyawa
           sendiri. Tidakkah kalian bangga?]


                                    [Oma. Opa. Kalian selalu ingin
                                    men dengarku berdoa, bukan? Baik-
                                    lah. Tapi, jangan harap aku sudi
                                    menunduk dan tutup mata.]

             Re pun mendongak, mengangkat dagunya setinggi mung-
           kin. Dengan tatapan tajam, ia menentang apa pun itu di atas
           sana.
                                Wahai, Tuhan,
                         aku tahu kita tak saling bicara.




           250
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266