Page 257 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 257

KEPING 24


           Ferre



           Ia sadar kini. Dirinya telah kembali menjadi robot yang tak
                                                          j
           berhasrat karena satu-satunya chip yang masih men adikannya
           berguna—chip  candu  kerja, hasratnya  yang  terakhir—juga
           ikut terampas. Tak ada lagi si Gila Kerja. Ia robot cacat.

             Pujangga, apakah engkau masih di sana? Re memanggil-
           manggil, jauh ke dalam hatinya. Ia ingin dibuatkan sajak
           perpisahan, aksinya terakhir di pentas bumi.
             Dua puluh empat jam sudah ia menunggu, tapi tidak ada
           yang menjawab. Pujangga benar-benar pergi atau mati. Bah-
           kan, tak disisakan baginya satu gaung pun. Re mengepalkan
           tangannya gemas, aku tak ingin pergi seperti ini.





           Diva



           Diva tiba-tiba terusik dengan pemandangan aneh di depan
           rumahnya. Ia melirik jam, berusaha meyakinkan dirinya se-
           kali lagi. Ternyata, benar, pukul setengah satu siang. Lantas,
           mengapa mobil itu ada di garasi? Semua jendela rumahnya
           masih tertutup tirai, termasuk ruang yang satu itu. Ruang
           tempat si Pemabuk Cinta biasa asyik minum-minum anggur

           asmaranya.
             Bahkan, sampai matahari condong ke  barat,  keadaan
           rumah itu tetap sama. Diva pun memilih tidak ke mana-


           246
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262