Page 152 - In a Blue Moon
P. 152
nyibukkan diri mengeluarkan nampan-nampan kosong dari
lemari kaca.
”Katanya dia menunggu tunanganmu melamarnya.”
Sophie mendesah dan mengusap kening dengan lelah.
”Lucas Ford bukan tunanganku, Christina.”
Christina mengerutkan hidung dan mendecakkan lidah
dengan sikap menyesal. ”Melihat kau sekarang sudah me-
lepaskan cincinnya dari jarimu dan mengenakannya sebagai
kalung, kurasa dia memang sudah bukan tunanganmu lagi.”
Tangan Sophie terangkat ke dada, menyentuh cincin Lucas
Ford yang tergantung di kalungnya, lalu menyelipkan kalung-
nya ke balik pakaian.
”Aku tidak menyalahkanmu, Bos, kalau kau ingin me-
mutuskan pertunangan,” lanjut Christina sambil mengambil
150
kain bersih dan mulai mengelap nampan-nampan yang di-
kumpulkan Sophie tadi. ”Lucas Ford pasti sudah melakukan
sesuatu sampai wanita tadi berpikir dirinya akan dilamar.
Laki-laki yang pandai bicara seperti Lucas Ford pasti sudah
sering membuat banyak wanita terbuai. Kurasa memang lebih
baik kalau...”
Christina terus berbicara, tetapi Sophie tidak lagi mende-
ngarnya. Ia tertegun ketika sesuatu terpikirkan olehnya.
Apakah Miranda tadi juga melihat kalungnya dan mengenali
cincin Lucas Ford yang tergantung di sana?
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 150 3/30/2015 10:43:20 AM

