Page 175 - In a Blue Moon
P. 175

Lucas	 memutar	 tubuh	 menghadap	 Sophie	 sambil	 terse-
                nyum.	”Sophie	Wilson,	benar-benar	kejutan	yang	menyenang-
                kan.	 Omong-omong,	 izinkan	 aku	 mengatakan	 bahwa	 kau
                terlihat	cantik	malam	ini.”

                  Walaupun	 Lucas	 melontarkan	 pujian	 itu	 dengan	 nada
                resmi—yang	 bisa	 memberi	 kesan	 yang	 salah	 seolah-olah	 ia
                sudah	melakukannya	kepada	semua	wanita	di	ruangan	ini—
                ia	 sungguh-sungguh	 merasa	 Sophie	 Wilson	 terlihat	 cantik
                dalam	 balutan	 gaun	 koktail	 bergaya	 klasik	 berwarna	 merah
                dan	hitam.

                  Sophie	mengerjap.	”Sedang	apa	kau	di	sini?”	tanyanya	he-
                ran,	mengabaikan	pujian	Lucas.
                  ”Aku	juga	hendak	menanyakan	pertanyaan	yang	sama	ke-
                padamu,”	 sahut	 Lucas,	 ”tapi	 sebelum	 itu,	 siapa	 yang	 jatuh	  173

                pingsan?”
                  ”Oh.”	Sophie	menatap	ponsel	di	tangannya	lalu	memasuk-
                kannya	ke	tas	tangan	kecilnya.
                  ”Kuharap	bukan	kakekmu.”
                  Sophie	 menggeleng-geleng.	 ”Bukan	 kakekku,”	 katanya.
                ”Christina	baru	saja	memberitahuku	ada	pelanggan	yang	ja-

                tuh	 pingsan	 di	 toko.	 Tapi	 dia	 baik-baik	 saja,	 maksudku	 si
                pelanggan.	Kata	Christina	dia	sudah	sadar	dan	sudah	dibawa
                pergi	oleh	temannya.”
                  ”Begitu.”

                  ”Kami	tidak	tahu	kenapa	dia	jatuh	pingsan,	tetapi	setidak-
                nya	sudah	pasti	bukan	gara-gara	dia	baru	saja	mencicipi	kue
                di	toko.”	Sophie	mengangkat	bahu.







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   173                     3/30/2015   10:43:21 AM
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180