Page 177 - In a Blue Moon
P. 177
”Sama-sama,” balas Lucas sopan.
Kening Adrian Graves berkerut samar dan ia berkata,
”Lucas Ford? Kenapa nama itu terdengar tidak asing?”
Lucas sudah sering mendengar orang-orang berkata seperti
itu. Ramses memang salah satu restoran paling terkenal di
New York, dan walaupun Lucas Ford bukan selebriti, nama-
nya cukup dikenal.
Adrian Graves menjentikkan jari. ”Ah, kau orang yang
membuat hidup Sophie susah di sekolah.”
Lucas terdiam. Ia sama sekali tidak menduga akan mende-
ngar kata-kata itu. Laki-laki ini, Adrian Graves, tahu tentang
apa yang terjadi pada Sophie semasa SMA. Sudah jelas
Sophie-lah yang memberitahunya. Tetapi kenapa Sophie ber-
cerita tentang dirinya kepada laki-laki ini padahal ia tidak
175
pernah menyebut-nyebut nama Lucas kepada kakak-kakaknya
dan Nic?
”Kejadian itu sudah lama sekali,” Sophie buru-buru me-
nyela. ”Sekarang kami baik-baik saja.”
Adrian Graves menatap Sophie, lalu kembali menatap
Lucas. ”Oh, begitu?”
Walaupun laki-laki itu tersenyum kecil, Lucas merasa ta-
tapan Adrian Graves adalah tatapan yang hanya dipahami
oleh sesama pria sebagai tatapan yang menyatakan kepemi-
likan. Namun, Lucas tidak mengerti kenapa Adrian Graves
ingin memberi kesan bahwa Sophie adalah miliknya.
Hm. Lucas yakin ia tidak menyukai Adrian Graves. Sama
sekali. Tetapi ia penasaran siapa sebenarnya laki-laki itu bagi
Sophie.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 175 3/30/2015 10:43:21 AM

