Page 179 - In a Blue Moon
P. 179
itu memang tidak bisa dibilang benar-benar tersembunyi, te-
tapi di sana tidak terlalu ramai karena sebagian besar tamu
berkumpul di area utama ruang pesta. ”Tapi aku tidak me-
ngeluh.”
Sophie hanya mendengus pelan, lalu mengangkat kedua
tangan ke belakang leher dan melepaskan kaitan kalungnya.
”Aku hanya ingin mengembalikan cincin nenekmu tanpa me-
lakukannya di depan semua orang,” gumamnya dengan nada
menggerutu.
Lucas mengangkat alis. ”Oh, rupanya kau berhasil melepas-
kannya.”
Sophie mengeluarkan cincin nenek Lucas dari rantai ka-
lungnya dan mengulurkannya kepada Lucas. ”Kalau ini
benar-benar milik nenekmu, simpan baik-baik. Jangan sem-
177
barangan memberikannya kepada orang lain.”
”Aku tidak memberikannya kepada sembarang orang,” ban-
tah Lucas. ”Aku memberikannya kepadamu.”
”Karena menurut kakekmu aku adalah tunanganmu?” balas
Sophie sambil tersenyum masam.
Lucas membalasnya dengan senyum cerah. ”Tepat sekali,”
sahutnya. Namun, ia tetap menerima cincin yang disodorkan
Sophie dan menyematkannya ke jari kelingkingnya. ”Omong-
omong, siapa Adrian Graves itu?”
Sophie menggigit bibir. ”Aku minta maaf tentang apa yang
dikatakannya tadi.”
”Kau tidak perlu meminta maaf,” kata Lucas. ”Apa yang
dikatakannya memang benar. Aku memang pernah menyu-
sahkan hidupmu.”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 177 3/30/2015 10:43:22 AM

