Page 174 - In a Blue Moon
P. 174
asyik mengobrol dengan beberapa orang dari majalah fesyen.
Karena Miranda tidak pernah makan di pesta seperti ini,
Lucas pun berjalan sendiri menghampiri meja panjang tempat
berbagai macam canapé dihidangkan.
Senyum Lucas melebar melihat keindahan yang terhampar
di depan matanya. Akan tetapi, keindahan itu tidak ada arti-
nya apabila tidak disertai kelezatan. ”Mari kita lihat apakah
kau cantik luar-dalam,” gumamnya pelan kepada salah satu
canapé yang diincarnya.
”Apa maksudmu jatuh pingsan?”
Tangan Lucas yang terulur berhenti di udara. Orang yang
mengucapkan kata-kata itu tadi pastilah tidak menyadari
bahwa bisikannya ternyata tidak selirih yang diduganya.
Lucas—dan beberapa orang di sekitar sana—menoleh ke
172
arah suara dan matanya langsung mendarat pada seorang
gadis yang sangat familier sedang berdiri tidak jauh di se-
belah kirinya dengan ponsel menempel di telinga. Lucas
mengangkat alis. Nah, bukankah ini kejutan yang menye-
nangkan? Siapa yang menduga Sophie Wilson akan meng-
hadiri pesta yang sama seperti Lucas?
Seolah-olah menyadari suaranya terlalu keras, Sophie me-
nundukkan kepala dan berbicara di ponsel dengan suara yang
kini tidak terdengar oleh Lucas. Beberapa detik kemudian, ia
menurunkan ponsel, mengangkat wajah, dan memandang
berkeliling sambil menggumamkan permintaan maaf kepada
orang-orang di dekatnya. Ketika akhirnya gadis itu menoleh
ke arah Lucas untuk meminta maaf, Lucas melihat mata
Sophie melebar. ”Kau...?”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 172 3/30/2015 10:43:21 AM

