Page 188 - In a Blue Moon
P. 188

”Oh,	begitu,”	gumam	Lucas.	”Oke,	aku	akan	ke	sana	nanti.”
                    Sophie	cepat-cepat	melanjutkan,	”Acaranya	sederhana	saja.
                  Tidak	ada	yang	mewah.	Jadi	jangan	mengharapkan	makanan
                  seperti	yang	biasa	kaumakan.”
                    ”Tidak	 ada	 foie  gras?	 Gawat.	 Tapi	 tidak	 apa-apa.	 Kurasa
                  aku	bisa	bertahan,”	kata	Lucas	kering.

                    Sophie	 memutar	 bola	 matanya.	”Kau	 tidak	 harus	 datang
                  kalau	tidak	sempat,”	lanjutnya,	walaupun	dengan	suara	lebih
                  pelan.	”Maksudku,	aku	tahu	Ramses	selalu	ramai...”
                    Lucas	 mendesah	 di	 ujung	 sana.	 ”Kau	 mau	 aku	 pergi	 ke
                  sana	atau	tidak?”	tanyanya.
                    Sophie	mencibir	tanpa	menjawab.
                    ”Sudah	 kuduga,”	 kata	 Lucas,	 seolah-olah	 bisa	 membaca
                  pikian	Sophie.	”Jadi	apakah	aku	perlu	membawa	sesuatu?”
          186
                    ”Tidak,”	gumam	Sophie	dengan	nada	bersungut-sungut.
                    ”Baiklah.	Kalau	begitu	sampai	jumpa	nanti	siang.”
                    ”Oke.”
                    ”Oh,	Sophie?”
                    ”Ya?”
                    ”Kau	harus	lebih	sering	melakukannya.”
                    ”Melakukan	apa?”
                    ”Meneleponku.”

                    ”Eh...	 Oke.	 Baiklah.	 Sampai	 jumpa.”	 Sophie	 buru-buru
                  menutup	telepon,	berdeham	dan	berbalik	menghadap	Alison.
                  ”Dia	akan	datang	nanti.	Puas?”
                    Senyum	 Alison	 begitu	 cerah	 dan	 ia	 mengangguk-angguk
                  begitu	keras	sampai	Sophie	takut	kepala	gadis	itu	akan	terle-
                  pas	 dari	 lehernya.	”Akan	 kuumumkan	 kepada	 semua	 orang







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   186                     3/30/2015   10:43:22 AM
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193