Page 192 - In a Blue Moon
P. 192
Lucas mendengarkan sejenak, lalu melirik jam tangannya
dan berkata, ”Aku akan ke sana satu jam lagi... Aku...? Se-
dang bersama tunanganku.”
Sophie melotot dan menyikut lengan Lucas. Sungguh,
Sophie benar-benar tidak mengerti kenapa Lucas suka sekali
memberitahu orang lain bahwa Sophie adalah tunangannya.
Lucas mengernyit menatap Sophie dan mulutnya mem-
buka membentuk kata ”aduh” tanpa suara. ”Ya, dia meminta-
ku datang menemuinya dan aku tidak bisa menolak,” Lucas
kembali berbicara di telepon.
Sebelum Sophie sempat bereaksi, Lucas Ford menggeng-
gam sebelah tangan Sophie dan menahannya di atas meja.
”Oke, aku akan ke sana sebentar lagi,” kata Lucas di tele-
pon. Setelah menyimpan kembali ponselnya ke saku, ia me-
190
noleh menatap Sophie dan berkata, ”Tenagamu benar-benar
kuat untuk wanita, kau tahu?”
Sophie mencibir.
”Katakan padaku, apakah kau selalu melampiaskan tenaga-
mu pada orang lain atau hanya padaku?”
Sophie bertopang dagu di atas meja dengan tangannya
yang bebas. ”Hanya padamu seorang,” balasnya dengan nada
manis dan dengan senyum yang lebih manis lagi.
Lucas tertawa lepas. Dan saat itu Sophie yakin tawa me-
mang menular, karena sedetik kemudian ia juga ikut tertawa.
Klik!
Sophie dan Lucas menoleh ke arah suara jepretan kamera
itu dan melihat Alison sedang menurunkan kamera digital-
nya sambil tersenyum lebar. ”Aw, kalian benar-benar pasangan
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 190 3/30/2015 10:43:23 AM

