Page 191 - In a Blue Moon
P. 191

tuk	senyuman.	”Well, well, well.	Apakah	itu	artinya	kau	akan
                merindukanku?”
                  ”Oh,	 yang	 benar	 saja,”	 gerutu	 Sophie.	 ”Aku	 hanya	 ingin
                memastikan	kapan	George	harus	mulai	bekerja	di	Ramses.”
                  Lucas	terlihat	tidak	percaya,	tetapi	ia	menjawab,	”Manajer
                restoranku	akan	menelepon	George	untuk	memberitahunya

                secara	langsung.	Tapi	kalau	kau	ingin	tahu,	George	bisa	mu-
                lai	bekerja	setelah	Tahun	Baru	walaupun	aku	belum	kembali
                dari	Chicago.	Anak-anak	buahku	akan	mengurusnya	dengan
                baik.”
                  ”Hm.”
                  ”Kau	tidak	ingin	tahu	kapan	aku	kembali	ke	New	York?”
                  ”Tidak	juga,”	sahut	Sophie	tak	acuh.
                  Lucas	 terkekeh.	 ”Baiklah,”	 gumamnya	 ringan.	 ”Omong-
                                                                          189
                omong,	apakah	kau	atau	anggota	keluargamu	memiliki	alergi
                pada	makanan	tertentu?”
                  Sophie	mengangkat	alis.	”Kenapa?”
                  ”Karena	 aku	 tidak	 ingin	 menyajikan	 sesuatu	 yang	 bisa
                membuat	kalian	jatuh	terkapar	di	restoranku	malam	ini.”
                  Sophie	menggeleng.	”Tidak	ada	alergi	apa	pun.”
                  ”Bagus—Oh,	tunggu	sebentar.”	Lucas	merogoh	saku	bagian
                dalam	 jaketnya	 dan	 mengeluarkan	 ponselnya	 yang	 bergetar.

                Ia	 melirik	 layarnya,	 lalu	 menempelkannya	 ke	 telinga.	 ”Ya,
                Jared?”
                  Nama	itu	tidak	asing	bagi	Sophie.	Ah,	benar.	Jared	adalah
                manajer	 Ramses	 yang	 pernah	 ditemuinya.	 Sophie	 kembali
                bertopang	dagu	di	atas	meja	dan	mendengarkan	pembicaraan
                Lucas.







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   189                     3/30/2015   10:43:22 AM
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196