Page 186 - In a Blue Moon
P. 186
itu. Setidaknya kita bisa berterima kasih kepadanya dengan
cara ini. Ya, kan?”
Alison mengangguk-angguk.
Sophie menggeleng-geleng.
”Oh, Sophie, ayolah. Telepon Lucas,” desak Alison dengan
wajah memohon. ”Ya? Sophiiiiie... Sooooophie...”
Sophie mengembuskan napas dengan keras dan meletak-
kan cangkir tehnya di meja. Kalau ia tidak melakukan apa
yang diminta, Alison pasti akan terus mengekorinya, merajuk,
dan menguji kesabaran Sophie. Ia menatap Alison dan ber-
kata, ”Baiklah, Alison. Aku akan mencoba meneleponnya satu
kali. Satu kali.” Ia mengacungkan jari telunjuk untuk me-
nekankan. ”Kalau dia tidak menjawab telepon, berarti dia
sedang sibuk dan aku tidak akan meneleponnya lagi. Kalau
184
dia berkata dia tidak bisa datang, aku juga tidak akan me-
maksanya. Mengerti?”
Alison bertepuk tangan penuh semangat. ”Oh, aku yakin
dia akan datang,” katanya gembira. ”Dia akan datang karena
kau yang memintanya.”
Dengan enggan, Sophie mengeluarkan ponsel dan meng-
hubungi Lucas. Saat ini masih pagi dan ia tidak tahu apakah
Lucas masih tidur atau sudah bangun. Ia benar-benar ingin
mengganggu Lucas apabila laki-laki itu masih tidur.
Ketika telepon belum juga dijawab pada deringan ketiga,
Sophie melirik Alison dan berkata, ”Dia tidak menjawab tele-
pon, Alison. Kurasa...”
”Tunggulah sebentar lagi, Sophie,” pinta Alison. ”Jangan
diputus.”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 184 3/30/2015 10:43:22 AM

