Page 208 - In a Blue Moon
P. 208

Sejenak	tidak	ada	yang	bersuara.	Lucas	Ford	melotot	ke-
                  pada	kakeknya	dan	wajah	Sophie	memerah.	Nic	merapatkan
                  bibir,	berusaha	keras	menahan	tawa	melihat	keluarga	Sophie
                  yang	melongo	menatap	Gordon	Ford.
                    Seolah-olah	 tidak	 menyadari	 keheningan	 yang	 mendadak
                  menyelimuti	 meja	 mereka,	 Gordon	 Ford	 berpaling	 ke	 arah

                  Tyler	dan	berkata,	”Bagaimana	menurutmu,	Tyler?	Kuharap
                  kau	mendukung	usahaku	menjodohkan	mereka.”
                    Tyler	tersenyum	sopan	dan	berkata	dengan	hati-hati,	”Ku-
                  rasa	 saat	 ini	 masih	 terlalu	 awal	 bagiku	 untuk	 memutuskan,
                  Mr.	Ford.	Bagaimanapun,	ini	baru	pertemuan	kedua	kita.”
                    ”Tentu	saja	kau	benar,”	balas	Gordon	Ford.	”Karena	itulah
                  aku	mengundang	kalian	makan	malam	bersama	sehingga	kita
                  bisa	saling	mengenal	lebih	baik.”
          206
                    ”Omong-omong	 tentang	 makan	 malam,	 kurasa	 sebaiknya
                  kita	mulai	makan	sekarang,”	sela	Lucas	sambil	memberi	isya-
                  rat	 kepada	 salah	 seorang	 pelayan	 yang	 siap	 sedia	 di	 dekat
                  sana.
                    Nic	menyikut	Sophie	dengan	pelan,	lalu	mencondongkan
                  tubuh	ke	arah	gadis	itu.	”Calon	kakek	mertuamu	benar-benar
                  menarik,”	bisiknya
                    ”Oh,	diamlah,”	gerutu	Sophie	sebagai	balasan.







                  Makanan	di	Ramses	memang	seperti	yang	dikatakan	orang-
                  orang.	Nic	nyaris	mengerang	bahagia	sementara	ia	mencicipi
                  hidangan	demi	hidangan	yang	disajikan.	Ramses	benar-benar







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   206                     3/30/2015   10:43:24 AM
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213