Page 206 - In a Blue Moon
P. 206
berarti mereka bisa berbangga karena pernah makan di
Ramses.
Nic dibawa ke meja bundar di tengah-tengah ruangan, di
sana keluarga Sophie dan Lucas Ford sedang duduk dan ber-
cakap-cakap sambil menikmati minuman.
”Selamat malam,” sapa Nic sambil tersenyum cerah. ”Aku
benar-benar minta maaf. Kuharap aku tidak terlalu terlam-
bat.”
”Jangan khawatir. Kau datang tepat waktu,” sahut Lucas
sambil berdiri.
”Selamat malam, Sir,” sapa Nic ramah sambil menjabat
tangan pria tua berwajah ramah dan bertubuh kekar yang
diyakininya adalah kakek Lucas Ford. Lalu ia berjabat tangan
dengan Lucas. ”Senang bertemu denganmu lagi, Ford.”
204
”Duduklah, duduklah. Tidak perlu sungkan,” kata Gordon
Ford dengan suaranya yang berat.
Nic duduk di antara Sophie dan Spencer. Ia mencondong-
kan kepala ke arah Sophie dan berbisik, ”Apakah aku ke-
tinggalan banyak?”
”Tidak,” Sophie balas berbisik. ”Kami juga baru tiba.”
”Oh, baguslah.”
”Thomas berkata bahwa kau sudah dianggapnya seperti
cucu sendiri,” kata Gordon Ford.
Nic menoleh ke arah pria tua itu dan tersenyum cerah.
”Benar sekali, Sir. Keluarga kami sudah berteman selama
bertahun-tahun. Kami adalah keluarga besar yang bahagia.”
”Aku benar-benar iri padanya karena dia memiliki banyak
cucu. Sedangkan aku hanya punya Lucas seorang,” komentar
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 204 3/30/2015 10:43:24 AM

