Page 207 - In a Blue Moon
P. 207

Gordon	 Ford.	 ”Jadi,	 kalau	 aku	 boleh	 tahu,	 apa	 pekerjaan-
                mu?”
                  ”Perancang	interior,”	sahut	Nic.
                  ”Nic	 yang	 mendesain	 apartemenku,”	 Sophie	 menambah-
                kan.	”Dia	benar-benar	berbakat.”
                  ”Oh.”	Mata	Gordon	Ford	berkilat-kilat.	”Apakah	kau	ingin

                kukenalkan	dengan	cucu	perempuan	temanku,	Anak	Muda?
                Dia—”
                  ”Pop,”	sela	Lucas	dari	samping	kanan	kakeknya,	”Nicholas
                sudah	punya	kekasih.”
                  Nic	menatap	Lucas	Ford	dengan	alis	terangkat.	Hm...
                  ”Oh.”	 Gordon	 Ford	 terlihat	 agak	 kecewa.	 Lalu	 matanya
                beralih	ke	arah	Spencer.	”Bagaimana	denganmu,	Dokter?	Aku
                ingat	 Thomas	memberitahuku	bahwa	kau	belum	punya	 ke-
                                                                          205
                kasih.”
                  Spencer	terlihat	salah	tingkah.	”Well,	memang	belum...”
                  ”Cucu	 perempuan	 temanku	 itu	 sangat	 manis,”	 lanjut
                Gordon	Ford.	”Dia	bekerja	di	Sotheby’s,	masih	lajang—”
                  ”Pop,”	sela	Lucas	sekali	lagi.
                  ”Apa?”	 tanya	 Gordon	 Ford.	 ”Aku	 hanya	 berusaha	 mem-
                bantu.”
                  ”Menurutku	 sebaiknya	 kau	 menahan	 diri	 menjodohkan

                cucu	orang	lain,	Pop.	Mereka	belum	tentu	menghargainya”
                  Gordon	menatap	cucunya	sejenak,	lalu	akhirnya	mengang-
                guk.	 ”Kau	 benar,”	 akunya.	 ”Sebaiknya	 aku	 memperhatikan
                cucuku	 sendiri	 terlebih	 dahulu.	 Kalau	 aku	 sudah	 berhasil
                menjodohkanmu	dengan	Sophie,	kurasa	aku	baru	membantu
                teman-temanku.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   205                     3/30/2015   10:43:24 AM
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212