Page 35 - In a Blue Moon
P. 35

”Dengar,	Pop,”	kata	Lucas	serius.	”Aku	mungkin	sudah	ter-
                biasa	dengan	selera	humormu	yang	aneh,	tapi	Sophie	tidak.
                Jadi	sebaiknya	kau	tidak	mengungkit	masalah	pertunangan	di
                depannya.”
                  Kakeknya	mengangkat	bahu.	”Tapi	dia	sudah	tahu.”
                  ”Apa?”

                  ”Kemarin	ketika	kau	pergi	mengambil	minuman	untukku,
                Sophie	kembali	ke	meja	setelah	berdansa	dengan	kakaknya,”
                kakeknya	menjelaskan.	”Aku	berkata	padanya	bahwa	seharus-
                nya	kau	mengajaknya	berdansa	mengingat	kalian	sudah	ber-
                tunangan.	”
                  ”Apa?!”
                  ”Dia	menatapku	seolah-olah	aku	sudah	gila.”
                  ”Tentu	saja	dia	berpikir	kau	sudah	gila!	Dia...	kau...	aku...”
                                                                           33
                Lucas	menggerak-gerakkan	tangannya	dengan	liar,	tidak	bisa
                menemukan	kata-kata	yang	tepat.	Akhirnya	ia	mendesah	ke-
                ras	dan	mengempaskan	punggung	ke	sandaran	kursi.	”Demi
                Tuhan,	Pop,	dia	sudah	cukup	membenciku	tanpa	perlu	diberi
                alasan	tambahan.”
                  ”Kenapa	kau	berpikir	dia	membencimu?”	tanya	kakeknya
                dengan	alis	berkerut.
                  Lucas	 menatap	 kakeknya,	 lalu	 memalingkan	 wajah.	 Ia

                yakin	apabila	ada	orang	yang	paling	dibenci	Sophie	Wilson
                di	 dunia	 ini,	 Lucas-lah	 orangnya.	 Setelah	 berpikir	 beberapa
                detik,	ia	berkata	enggan,	”Aku...	mungkin	pernah	membuat-
                nya	tersinggung	dulu.”
                  ”Membuatnya	tersinggung?”	ulang	kakeknya	curiga.	”Jelas-
                kan.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   33                      3/30/2015   10:43:10 AM
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40