Page 37 - In a Blue Moon
P. 37

”Baiklah.	 Terserah	 kau	 saja,”	 gumam	 kakeknya	 sambil
                mengangkat	bahu.
                  Lucas	 menatap	 kakeknya	 dengan	 curiga.	 Kakeknya	 tidak
                mungkin	menyerah	secepat	itu,	tetapi	ia	tidak	berkomentar.
                ”Kau	ingin	sarapan	panekuk,	Pop?”	tanyanya	sebagai	gantinya
                dan	bangkit	menghampiri	lemari	makanan.

                  ”Boleh,”	sahut	kakeknya	singkat.
                  Lucas	 pun	 mulai	 menyibukkan	 diri	 menyiapkan	 adonan
                panekuk.
                  Suasana	 terasa	 damai	 selama	 beberapa	 menit,	 lalu,	”Kau
                tahu,	dia	punya	toko	kue	di	Madison	Avenue.”
                  Astaga, kita mulai lagi,	erang	Lucas	dalam	hati.
                  ”Nama	tokonya	A	Piece	of	Cake.”
                  ”Sangat	orisinal.”
                                                                           35
                  ”Dia	selalu	ada	di	sana	kalau	kau	ingin	menemuinya.”
                  ”Pop.”
                  ”Dan	 jangan	 mengajaknya	 nonton	 di	 bioskop.	 Dia	 lebih
                suka	menonton	pertunjukan	teater.”
                  Lucas	 mendesah.	 Sepertinya	 pagi	 ini	 akan	 menjadi	 pagi
                yang	sangat	panjang.







                Sophie sedang berjalan menyusuri koridor sekolah sambil mem­
                bawa sekeranjang kue kering ke ruang serbaguna tempat bazar
                sedang berlangsung ketika ia mendengar pembicaraan itu.
                  ”...lalu kenapa kau menempel terus pada Sophie Wilson?”
                  Langkah Sophie berhenti begitu mendengar namanya disebut­







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   35                      3/30/2015   10:43:10 AM
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42