Page 40 - In a Blue Moon
P. 40
Sophie menatap ketiga anak lakilaki itu bergantian, lalu tan
pa berkata apaapa, ia memaksa dirinya berbalik dan kembali
berjalan menyusuri koridor. Selangkah demi selangkah.
”Dasar anak aneh. Dia bisu atau apa? Kurasa kau benar,
Lucas. Pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan otaknya.”
Sophie mendengarnya, namun ia tetap memaksa diri berjalan
dengan kepala terangkat tinggi. Ia tidak akan menangis di de
pan mereka. Tidak akan.
Walaupun begitu, setetes air mata sempat jatuh mengenai
tangannya yang mencengkeram erat keranjang kue sampai buku
buku jarinya memutih.
Sejak hari itu, entah bagaimana, gosip tentang dirinya mulai
tersebar di sekolah. Sebagian orang yang dulunya mengaku se
bagai temantemannya mulai menghindarinya. Orangorang
38
mulai menatapnya dengan tatapan aneh. Tatapan aneh mening
kat menjadi sindiran sinis. Sindiran sinis berubah menjadi se
rangan verbal yang terangterangan. Serangan verbal dengan
cepat meningkat menjadi gangguan fisik. Hariharinya di seko
lah berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap mata.
Semua itu garagara Lucas Ford. Lakilaki itulah yang me
mulai gosip tentang diri Sophie dan dia sama sekali tidak me
rasa bersalah. Tidak sedikit pun. Bagaimana Sophie bisa merasa
yakin tentang hal itu? Well, kaki Sophie pernah dijegal sese
orang ketika ia sedang berjalan sambil membawa setumpuk
kertas esai yang harus diserahkannya kepada guru. Ia jatuh
terjerembap dan kertaskertas esainya jatuh berserakan. Semua
orang tertawa. Tidak ada seorang pun yang membantunya.
Lucas Ford juga ada di sana. Dan dia ikut tertawa.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 38 3/30/2015 10:43:10 AM

