Page 43 - In a Blue Moon
P. 43
”Tapi sepertinya kau tidak terkesan pada Lucas Ford,” te-
bak kakeknya.
”Tidak terkesan sama sekali,” jawab Sophie jujur.
”Jadi apa yang sudah dilakukannya sampai membuatmu
tidak terkesan padanya?” tanya kakeknya lagi, sama seperti
pertanyaan Spencer kemarin malam.
Sophie mengangkat kepala dari pundak kakeknya dan
mendesah. ”Mungkin kedengarannya remeh apabila kucerita-
kan sekarang. Bagaimanapun, sepuluh tahun sudah berlalu.”
Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, ”Dia hanya salah
satu anak populer menjengkelkan di sekolah yang hanya me-
rasa bahagia apabila melihat orang lain menderita.”
Kakeknya terdiam sejenak, berpikir, lalu bertanya, ”Apakah
dia pernah meminta maaf kepadamu?”
41
Sophie menoleh menatap kakeknya dan tersenyum kecil.
Ia tidak pernah tahu bagaimana kakeknya selalu bisa menarik
kesimpulan yang tepat. ”Tidak,” gumamnya sambil mengge-
leng.
”Kalau dia meminta maaf sekarang?”
”Aku tidak menunggu permintaan maaf darinya, Gramps,”
kata Sophie dengan nada melamun. ”Lagi pula, permintaan
maaf tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi. Tidak
akan menjadikan semuanya baik-baik saja.”
Kakeknya meraih tangan Sophie dan menepuk-nepuknya
dengan sayang. ”Tapi asal kau tahu, Gordon orang yang keras
kepala,” kakeknya memperingatkan.
Sophie menarik napas panjang. ”Jangan khawatir. Aku ya-
kin aku tidak akan bertemu dengan Lucas Ford lagi. Selama-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 41 3/30/2015 10:43:10 AM

