Page 41 - In a Blue Moon
P. 41

Di bulan Desember di tahun pertama SMA­nya, Sophie un­
                tuk pertama kalinya merasa hidupnya tidak berarti.






                ”Apa	yang	sedang	kaupikirkan,	Sophie?”

                  Sophie	tersentak	dan	mengalihkan	pandangan	dari	jendela
                ruang	duduk	apartemen	kakeknya	di	West	End	Avenue.	”Ti-
                dak	ada,	Gramps,”	ujarnya	pelan	sambil	melemparkan	seulas
                senyum	kecil	yang	dipaksakan	ke	arah	kakeknya.
                  ”Kemarilah,”	kata	kakeknya	sambil	menepuk	sofa	di	sam-
                pingnya.
                  Sophie	 menurut,	 duduk	 di	 samping	 kakeknya	 dan	 me-
                nyandarkan	kepala	ke	bahu	kakeknya	yang	kurus.
                                                                           39
                  Saat	 itu	 mereka	 sedang	 menunggu	 kedatangan	 Spencer
                sehingga	 mereka	 bisa	 makan	 siang	 bersama.	 Kakek	 mereka
                tinggal	sendirian,	jadi	Sophie	dan	kakak-kakaknya	selalu	me-
                nyempatkan	diri	datang	mengunjungi	kakek	mereka	sesering
                mungkin.
                  Setelah	 nenek	 mereka	 meninggal	 dunia	 dua	 tahun	 lalu,
                Sophie	dan	kakak-kakaknya	tidak	ingin	kakek	mereka	tinggal
                sendirian	 di	 Brooklyn.	 Namun,	 karena	 kakek	 mereka	 me-

                nolak	 tinggal	 bersama	 salah	 seorang	 di	 antara	 mereka,	 me-
                reka	 pun	 membujuk	 kakek	 mereka	 pindah	 ke	 kompleks
                apartemen	dengan	fasilitas	serbalengkap	di	Manhattan	yang
                khusus	diperuntukkan	bagi	para	pensiunan	dan	orang-orang
                lanjut	usia.	Awalnya	kakek	mereka	menolak,	berkata	bahwa
                ia	tidak	ingin	tinggal	di	”panti	jompo” .	Namun,	setelah	ia	me-







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   39                      3/30/2015   10:43:10 AM
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46