Page 55 - In a Blue Moon
P. 55
gantung di dinding, dan perabotan antik yang tertata rapi.
Perapian besar menyala riang di ujung ruangan, membuat
semua orang yang melangkah masuk merasa hangat dan nya-
man.
”Aku tidak melihat kakek-kakek kita,” kata Sophie Wilson
sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.
”Aku juga tidak,” Lucas membenarkan. Kafe itu bertingkat
dua, tetapi Lucas yakin kakeknya tidak sudi naik tangga.
Pinggulnya benci tangga. Lagi pula, di lantai dasar masih
tersisa meja-meja kosong. Lucas melihat ada meja kosong di
dekat perapian dan berkata, ”Bagaimana kalau kita duduk
dulu sementara menunggu mereka?”
Ia tahu Sophie akan menolak, membantah, atau mengata-
kan sesuatu yang pada dasarnya untuk menolak dan mem-
53
bantah, jadi Lucas bergegas berjalan mendahului gadis itu ke
arah meja yang dimaksud. Diam-diam ia mengembuskan na-
pas lega ketika Sophie mengikutinya.
Lucas melepaskan jaket dan menggantungkannya di tiang
gantungan di samping perapian. Sophie tidak melakukan hal
yang sama. Gadis itu duduk bersedekap di salah satu dari
empat kursi berlengan empuk yang mengelilingi meja kaca
antik berbentuk bulat. Ia masih mengenakan jaket dan syal-
nya. Bahkan tasnya masih tergantung di bahunya. Bahasa
tubuhnya menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak berniat
berlama-lama di sana.
Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan menanya-
kan pesanan. Lucas melihat Sophie hendak menggeleng, jadi
ia cepat-cepat menyela dan memesan teh dan beberapa ma-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 53 3/30/2015 10:43:11 AM

