Page 4 - MODUL SKI 9_
P. 4

Halaman 4


           Berbangsa dan Bernegara

        Sunan Ampel termasuk perancang Kerajaan Islam Demak Bintoro yang beribu kota di Demak. Beliau sendiri
        berkedudukan sebagai bupati penguasa Surabaya menggantikan Arya Lembu Sura.

        Sunan Kalijaga mempunyai kedudukan yang tinggi di kerajaan Demak sebagai guru sekaligus penasihat utama
        Sultan.  Beliau  ahli  dalam  ilmu  administrasi  negara  dan  piawai  dalam  berstrategi.  Syair  lagu  “Gundul-Gundul
        Pacul”  merupakan  wujud  kritiknya  terhadap  kebijakan  raja.  Liriknya  sederhana,  tetapi  sarat  makna.  Strategi
        dakwah  yang  dijalankan  Sunan  Gunung  Jati  adalah  memperkuat  kedaulatan  politik.  Beliau  juga  berusaha
        mempererat hubungan dengan tokohtokoh berpengaruh

                                                                       BAB VI


                                              SYAIKH ABDUL RAUF AS-SINGKILI DAN SYAIKH
                                                       MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI


                                      1.     Syaikh Abdur Rauf as-Singkili
                                      Nama aslinya adalah Abdur Rauf al-Fansuri yang lahir di kota Singkil. Beliau
                                      adalah orang pertama kali yang mengembangkan Tarekat Syattariyah di
                                      Indonesia.

                                      Sekitar tahun 1640, beliau berangkat ke tanah Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu
                                      keislaman. Abdur Rauf as-Singkili pernah bermukim di Makkah dan Madinah. Ia
                                      mempelajari Tarekat Syattariyah dari gurunya yang bernama Ahmad Qusasi dan
        Ibrahim al-Qur’ani. Kemudian, Abdur Rauf as-Singkili pernah menjadi Mufti Kerajaan Aceh ketika diperintah oleh
        Sultanah Safiatuddin Tajul Alam.

        Abdur  Rauf  as-Singkili  memiliki  sekitar  21  karya  dalam  bentuk  kitab-kitab  tafsir,  hadits,  fiqh,  dan  tasawuf.
        Beberpa karyanya antara lain sebagai berikut.


            a)  Kitab Tafsir yang berjudul Turjuman al Mustafid (Terjemah Pemberi Faedah), yakni merupakan kitab
               tafsir pertama yang dihasilkan di Indonesia.

            b)  Umdat al Muhtajin, yaitu karya terpenting yang ditulis oleh Abdur Rauf as-Singkili. Buku ini terdiri dari 7
               bab  yang  memuat  tentang  dzikir,  sifat  Allah  dan  Rasul-Nya,  serta  asal-usul  ajaran  mistik.  Pada
               pembahasan di bab terakhir, beliau menceritakan tentang riwayat hidupnya dan gurunya.

            c)  Mir’at at-Tullab fi Tahsil Ma’rifah Ahkam asy-Syar’iyah li al-Malik al-Wahab (Cermin bagi Penuntut Ilmu
               Fikih untuk Memudahkan Mengenal Segala Hukum Syariat). Kitab ini memuat berbagai masalah Madzhab
               Syafi’i yang merupakan panduan bagi para qadhi.

        Abdur  Rauf  as-Singkili  meninggal  di  Aceh.  Beliau  dikenal  dengan  sebutan  Teungku  Syiah  Kuala.  Sebagai
        penghargaan  masyarakat  Aceh  kepada  perjuangan  beliau,  maka  namanya  dijadikan  sebagai  nama  perguruan
        tinggi di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala. Kampus ini didirikan pada tahun 1961 di
        Banda Aceh.

        2.  Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari
        Muhammad  Arsyad  al-Banjari  lahir  di  Lok  Gabang,  Martapura,  Kalimantan  Selatan
        pada tahun 1710. Beliau lahir dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Setelah wafat,
        beliau  dikenal  dengan  sebutan  Datuk  Kalampayan  karena  dimakamkan  di  Desa
        Kalampayan.

        Ketika masih kanak-anak, beliau diadopsi oleh Sultan Tahlilullah untuk dididik secara
        tuntas. Bahkan, beliau dikirim ke Makkah dan Madinah untuk belajar di sana selama
        lebih kurang 30 tahun.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9