Page 20 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 20
2) Apabila peserta didik mengalami kesulitan, guru memberikan
bimbingan dan panduan (stimulus) agar peserta didik mencari tahu
dengan cara bertanya.
3) Pertanyaan peserta didik yang diharapkan tidak saja apa atau siapa,
tetapi mengapa dan bagaimana.
4) Pertanyaan peserta didik diinventarisir oleh guru.
5) Guru mengaitkan dengan pokok pikiran pembelajaran, yaitu
Jujur akan membawa kebaikan.
Misalnya, orang jujur akan disenangi orangtua dan guru, serta
memiliki banyak teman.
6) Proses mendapatkan inspirasi hingga tanggapan dan jawaban dalam
diskusi dapat menggunakan gambar.
7) Peserta didik dapat mengemukakan isi gambar tersebut, baik secara
individu maupun hasil kerja kelompok.
8) Antarkelompok saling menanggapi pendapat mereka.
9) Salah satu peserta didik atau perwakilan kelompok diminta untuk
menyimpulkan maksud isi gambar tersebut
10) Peserta didik diberi penjelasan tambahan dan penguatan tentang
maksud isi gambar tersebut
11) Pada rubrik “Sikapku”, guru meminta peserta didik bersama-sama
merenungkan kalimat ini:
Di mana pun dan kapan pun
Aku harus bersikap jujur.
Aku tidak boleh berbohong.
Jika aku berbuat salah, aku akan meminta maaf dan berkata jujur.
12) Pada rubrik “Ayo Kerjakan”
- Peserta didik secara individu/berpasangan dengan teman sebangku/
kelompok untuk diminta berdiskusi tentang keuntungannya kalau
bersikap jujur
- Ketertiban cara berdiskusi menjadi perhatian guru dan bahan
penilaian untuk sikap
13) Pada rubrik “Insya Allah Aku Bisa” guru membimbing peserta didik
untuk memberikan tanda (√) pada rubrik ‘ya’ atau ‘tidak’.
14) Pada rubrik “Ayo Berlatih”, guru mengajak diskusi tentang mental
beberapa siswa yang suka menyontek pada saat ulangan. Guru
berkesempatan menumbuhkan kesadaran bahwa menyontek saat
ulangan adalah perbuatan yang sangat merugikan hingga masa tua.
15) Pada rubrik "Tugas Kelompok", praktik mendiskusikan masalah
jujur adalah pengulangan dengan tujuan penyadaran dan penemuan
nilai kejujuran. Namun yang paling ditekankan adalah siswa dapat
mencontohkan, serta menjelaskannya terkait dengan tidak berkata
bohong, jika bersalah segera minta maaf, memberikan barang orang
lain kepada pemiliknya.
8 Buku Guru Kelas II SD/MI

