Page 22 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 22

penghargaannya pada pendapat orang  lain, maka penskorannya nilainya
                      adalah sebagai berikut.

                      Nama siswa: …………………………………..
                        No.               Aspek Pengukuran                    Skor

                                 Keaktifan:
                          1.                                                   1 - 4
                                 (4=sangat aktif, 3=aktif, 2=cukup, 1=kurang)
                                 Runtut bicara:
                          2.                                                   1 - 4
                                 (4=sangat runtut, 3=runtut, 2=cukup, 1=kurang)
                                 Menghargai pendapat:
                          3.                                                   1 - 4
                                 (4=sangat baik, 3=baik, 2=cukup, 1=kurang)
                           Skor Maksimum                                       12
                      Nilai siswa = (nilai perolehan : 12) x 10 atau 100

                      Catatan
                      Nilai dapat dikonversi sesuai dengan standar yang berlaku.

                   7) Pengayaan
                      Ada  beberapa  bahan  pembelajaran  dan  kegiatan  yang  dapat  diberikan
                      kepada peserta didik, terutama bila sudah menguasai materi.
                      Misalnya kisah sahabat Nabi yang menjunjung tinggi kejujuran.
                      Ada  seorang  sahabat  Nabi  yang  mengaku  sulit  meninggalkan  maksiat.
                      Dia  belum rajin ¡alat, masih suka mabuk-mabukan, dan suka menyakiti
                      tetangga. Dia berkata, aku ingin menjadi orang baik tapi belum bisa karena
                      banyak maksiat belum dapat kutinggalkan.
                      Rasulullah menjawab: Coba ingat-ingat satu pun maksiat itu tidak bisa kau
                      tinggalkan?
                      Setelah  dipikir-pikir,  sahabat  itu  pun  menjawab:  saya  akan  coba  tidak
                      berbohong ya Rasulullah. Nabi pun menjawab: kalau begitu tinggalkanlah
                      bohong.
                      Setelah  lama  ia  mengerjakan  amal  tidak  berbohong  itu,  akhirnya  batin
                      sahabat tadi gundah bukan main. Selama ini ia sudah tidak jujur kepada Allah,
                      yakni sudah beriman, tetapi masih berani melakukan maksiat (menjalankan
                      maksiat dengan sengaja bisa dimaknai membohongi Allah dan Rasul-Nya).
                      Selanjutnya, dia pun berpikir, kalau begitu aku dan hatiku ingin menjadi
                      jujur, yaitu satu demi satu seluruh maksiat kemudian ditinggalkan. Dengan
                      meninggalkan maksiat berarti ia telah jujur kepada Allah.


                      Begitulah pentingnya jujur sebagai sifat yang harus dimiliki setiap orang
                      karena bisa memunculkan kebaikan-kebaikan yang lain. Rasulullah sangat
                      senang kepada sahabatnya itu karena akhirnya ia tidak pernah berbohong
                      dan menjadi orang saleh.



                10   Buku Guru Kelas II SD/MI
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27