Page 18 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 18
untuk mendiagnosa kesulitan belajar, serta motivasi belajar. Penilaian atas
sikap jujur siswa juga sering memerlukan pengamatan yang teliti, bila perlu
klarifikasi, sehingga diketahui tingkat keakuratan dan keajegannya.
7. Pengayaan
Dalam kegiatan pembelajaran, bagi
peserta didik yang sudah menguasai
materi, diminta mengerjakan materi
pengayaan yang sudah disiapkan
berupa gambar yang menceritakan
perilaku jujur.
Misalkan dengan mengamati
gambar di samping.
8. Remedial
Bagi peserta didik yang belum menguasai materi (mencapai KKM), guru
menjelaskan kembali materi kisah sikap jujur Nabi Muhammad saw (lihat
di rubrik pengembangan materi).
Selanjutnya melakukan penilaian kembali (lihat poin 6) dalam kegiatan
mengamati gambar yang sejenis. Pelaksanaan Remedial dilakukan pada hari
dan waktu tertentu yang disesuaikan, misalnya 30 menit setelah jam pulang.
9. Interaksi Guru dan Orang tua
Guru meminta peserta didik memperlihatkan rubrik “Insya Allah Aku
Bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar
dan paraf (halaman terakhir Pelajaran 1). Dapat juga dilakukan dengan
menggunakan buku penghubung guru dan orang tua atau komunikasi
langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku jujur anak dalam
keluarganya. Misalnya orangt ua diminta mengamati perilaku jujur anaknya
kepada saudaranya.
B. Keuntungan Bersikap Jujur
1. Kompetensi Inti (KI)
KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,
dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan
guru.
2. Kompetensi Dasar (KD)
2.1 Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman
Q.S. al-Maidah/5: 119
6 Buku Guru Kelas II SD/MI

