Page 55 - Bahasa Inggris SMP KK A signed
P. 55
Bahasa Inggris SMP KK A
4) Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar, ia selalu
tertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas-tugas sesuai
dengan waktu yang tersedia.
5) Menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar, seperti acuh tak acuh,
menentang, berpura-pura, dusta, dsb.
6) Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan, seperti membolos, datang
terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu didalam dan
diluar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, mengasingkan diri, tersisih,
tidak mau bekerjasama, dsb.
7) Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti pemurung,
mudah tersinggung, mudah pemarah, tidak gembira dalam menghadapi
situasi tertentu, misalnya dalam menghadapi nilai rendah tidak
menunjukkan sedih atau menyesal dsb (1985:86).
Pernyataan yang dikemukakan tersebut, dapat dipahami adanya beberapa
manifestasi dari gejala kesulitan belajar yang dialami oleh para peserta didik.
Gejala-gejala yang termanifestasi dalam tingkah laku setiap peserta didik,
diharapkan para pendidik dapat memahami dan mengidentifikasikan siswa
mana yang mengalami kesulitan dalam belajar dan yang tidak.
c. Faktor-faktor kesulitan belajar
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, prevalensi anak dengan
kesulitan belajarnya, diperkirakan lebih besar. Para ahli mengemukakan
bahwa penyebab kesulitan belajar itu kompleks dan luas. Secara umum,
penyebab kesulitan belajar antara lain:
1) Faktor intelektual, yaitu inteligensi yang rendah dan terbatas,
2) Faktor kondisi fisik dan kesehatan, termasuk kondisi kelainan, seperti
kurangnya gizi pada ibu hamil, bayi dan anak, kerusakan susunan dan
fungsi otak, dan penyakit persalinan,
3) Faktor sosial, seperti pengaruh teman bermain, pergaulan dan lingkungan
sekitar,
4) Faktor keluarga, seperti keadaan keluarga yang tidak baik dan kurangnya
dukungan belajar dari orang tua.
43

