Page 20 - E-MODUL_MEKANIKA_ANALITIK
P. 20

1   (1 − cos  )
                                                2                 1
                                       = ∫ √      1                   sin      
                                                                  2
                                               − (   (1 − cos   ))
                                                  2

                                              1       1 − cos  
                                             =    ∫ √ 1 + cos    sin      
                                              2

                                         1      1 − cos    1 − cos   
                                                         √
                                        =    ∫ √ 1 + cos    1 − cos     sin      
                                         2

                                              1      1 − cos  
                                             =    ∫  √1 − cos     sin      
                                              2
                                                            2
                                               1     1 − cos  
                                              =    ∫  √sin     sin      
                                               2
                                                          2

                                               1
                                              =    ∫  1 − cos    sin      
                                               2       sin  
                                                 1
                                                =    ∫(1 − cos   )     
                                                 2
                                              1
                                             =   (   − sin   ) +                 
                                              2



                         Sehingga didapatkan persamaan akhir dari kasus ini adalah

                                                                  1
                                     1
                                   =   (   − sin   )    dan       =   (1 − cos   )
                                     2                            2
                                                                 Jalur untuk roller coaster yang memberikan waktu
                                                                 terpendek antara titik 1 dan 2 yang diberikan adalah
                                                                 bagian dari sikloid dengan titik 1 dan melewati 2. Sikloid
                                                                 adalah kurva yang dilacak oleh titik di tepi roda jari-jari a
                                                                 yang berputar di sepanjang sisi bawah sumbu x. Titik 3
                                                                 adalah titik terendah pada kurva.



                      Jika kita melepaskan cart  (gerobak untuk roller coaster ) dari posisi diam di titik 2 dan
                      membiarkannya menggelinding ke bagian bawah kurva (titik 3 pada gambar), waktu untuk

                      berguling dari 2 ke 3 sama, berapa pun posisi 2, di mana saja antara 1 dan 3. Ini berarti bahwa

                      osilasi cart  yang bergulir bolak-balik pada jalur berbentuk sikloid persis isochronous  (periode
                      yang tidak bergantung pada amplitudo), berbeda dengan osilasi pendulum sederhana, yang hanya
                      kira-kira isochronous, sejauh amplitudonya kecil.










                                                           18
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25