Page 145 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 145

Bab 2 Besaran-Besaran Gerak




                           
                           r     t  
                             r d   v dt
                                 
                           
                           r o   t o

                                                                                         
                  Integral di ruas kiri dapat segera diselesaikan dan memberikan  r         o
                                                                                            r . Integral di
                  ruas kanan baru dapat diselesaikan setelah kita mengetahui bentuk eksplisit dari
                                                                                                
                           
                                                                                                   
                  fungsi  v .  Dengan  mengganti  ruas  kiri  persamaan  (2.37)  dengan  r        r   kita
                                                                                                    o
                  peroleh



                                 t  
                                   
                           r   r o   v dt
                                   t o

                  atau

                                 t  
                                   
                           r   r o   v dt                                                   (2.38)
                                   t o


                          Persamaan (2.38) merupakan bentuk yang umum yang berlaku untuk
                  kecepatan apa pun, baik yang konstan maupun tidak konstan. Kalau kita tinjau
                                                                            
                  kasus  khusus  untuk  kecepatan  yang  konstan,  v ,  maka  kecepatan  pada
                                                                             o
                  integral persamaan (1.20) dapat dikeluarkan dari integral dan kita peroleh




                                   t
                           r   r o   v o  dt
                                     t o
                                 
                             
                             r  v o (t  t o )                                              (2.39)
                              o


                  Kasus khusus lainnya adalah untuk gerak dengan percepatan yang konstan.
                  Untuk kasus ini maka kecepatan pada integral persamaan (2.38) diganti dengan
                  kecepatan pada persamaan (2.35) sehingga diperoleh






                                                            132
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150