Page 26 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 26

Ban 1 Elektrostatika


                        analitik jika N berhingga. Namun, jika N   hasilnya adalah  /12. Hasil ini
                                                                                           2
                        dapat kita hitung dengan menggunakan perintah sum (-1)^(k+1)/k^2, k=1

                        to Infinity pada Wolfram alpha. Jadi, untuk N yang sangat besar yang bisa
                        disumsusikan tak berhingga maka hasiknya adalah


                                       1  q 2   2
                                 F 1        
                                     4 a  2  12
                                         0

                                    1 q  2
                                 
                                   48 0  a 2


                        1.3 Gaya Listrik oleh Benda Kontinu
                                Apa yang telah kita bahan di atas adalah gaya listrik antar benda

                        titik  (partikel),  baik  yang  hanya  melibatkan  dua  partikel  atau  banyak
                        partikel.  Namun,  dalam  realitas  kita  tidak  selalu  menjumpai  benda
                        bermuatan  listrik  dalam  bentuk partikel.  Yang  kita  jumpai  adalah  benda
                        yang bermuatan listrik benrupa benda besar (benda kontinu). Gaya listrik
                        antara benda besar bermuatan listrik lebih sulit untuk dihitung. Misalkan

                        ada muatan titik (partikel) di dekat benda besar yang bermuatan listrik. Kita
                        tidak  dapat  menggunakan  persamaan  (1.6)  karena  jarak  muatan  titik  ke
                        bagian-bagian benda besar tersebut berbeda.

                                Agar  dapat  menyelesaikan  persoalan  tersebut  maka  kita  lakukan
                        langkah berikut ini. Kita bagi benda besar tersebut atas elemen-elemen kecil
                        di mana tiap elemen dapat dipandang sebagai sebuah titik (diilustrasi pada
                        Gambar 1.10). Dengan demikian, benda besar yang bermuatan Q tersebut
                        dapat dipandang sebagai susunan titik-titik (elemen-elemen kecil). Tiap titik

                        melakukan  gaya  dengan  muatan  q.  Dengan  demikian  gaya  antara  benda
                        besar  dapat  dipandang  sebagai  gaya  antara  muatan  titik  yang  sangat
                        banyak yang letaknya besentuhan dengan muatan titik q. Oleh karena itu,

                        gaya total yang dialami muatan q dihitung menggunakan persamaan (1.6),
                        yaitu


                                     N   1   q Q 
                                 F             i  r                                             (1.7)
                                  q
                                       i 1 4 o r qi  3  qi

                        dengan
                                  Q   adalah muatan elemen ke-i
                                    i
                                N adalah jumlah elemen yang dibuat


                                                           14
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31