Page 519 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 519

Bab 7 Arus Bolak-Balik


                        bahwa  yang  kita  cari  nanti  ternyata  hanyalah  proses  penjumlahan  dan
                        pengurangan vektor seperti yang telah kita pelajari sebelumnya.

                                Contonya,  kita  akan  menjumlahan  dua  buah  fungsi  trigonometri
                        berikut ini.

                                V   A cos   t
                                  1
                                       1

                                V    A cos  t    o 
                                       2
                                  2

                        Kita akan mencari fungsi V = V1 + V2. Yang pertama kali yang  akan kita

                        lakukan adalah menggambarkan V1 dan V2 dalam diagram fasor. Karena ke
                        dua  fungsi  trigonometri  di  atas  memiliki  salah  satu  komponen  fase  yang
                        sama yaitu   t, maka akan sangat tertolong apabila kita pilih sumbu datar

                        memiliki  fase   t.  Akibatnya,  fungsi  V1  digambarkan  sebagai  vektor  yang
                        searah  sumbu  datar  dan  fungsi  V2  digambarkan  sebagai  vektor  yang
                        membentuk  sudut     terhadap  sumbu  datar.  Diagram  fasornya  tampak
                                               o
                        pada Gambar 7.20.







                        A 2       A
                              0               

                                                            t 
                             A 1



               Gambar 7.20 Diagram fasor fungsi V1 dan V2 serta fungsi hasil penjumlahan

                                Yang perlu kita cari selanjutnya adalah panjang vektor V yaitu A dan

                        sudut yang dibentuk vektor V dengan sumbu datar, yaitu         . Dengan aturan
                        penjumlahan vektor metode jajaran genjang kita dapatkan


                                        2
                                             2
                                 A    A   A   2 A 1 A cos                                      (7.19)
                                        1
                                                      2
                                                            o
                                             2

                                Untuk menentukan      , lihat Gambar 7.21 berikut ini



                                                           507
   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524