Page 822 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 822
Bab 11 Teori Relavitas Khusus
yang lebih umum. Misalkan sebuah kereta sedang bergerak ke arah sumbu
x positif dengan kecepatan u. Kemudian dalam kereta ada penumpang yang
berjalan dengan kecepatan v terhadap kereta. Menurut pengamatan di
tanah, kecepatan penumpang yang berjalan searah kereta bukan w = u + v,
tetapi
u v
w (11.7)
1 uv
c 2
Dan kecepatan penumpang yang sedang berjalan dalam arah berlawanan
dengan arah gerak kereta menurut pengamatan di tanah bukan w = u - v,
tetapi
u v
w (11.8)
1 uv
c 2
Kelihatannya jadi rumit ya? Jawabnya ya, lebih rumit. Tetapi harus
diterima karena ternyata dapat menjelaskan penjumlahan kecepatan untuk
semua kecepatan. Mari kita lihat.
8
Kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah c 3 10 m/s.
Kecepatan kereta api umumnya sekitar u = 100 km/jam = 100 1000
m/3600 s = 27.8 m/s. Kecepatan jalan penumpang katakanlah v = 5
km/jam = 5 1000 m/3600 s = 1,4 m/s. Dengan demikian uv/c = 27.8
2
1.4/(3 10 ) = 4.3 10 -16 . Nilai ini jauh lebih kecil dari satu sehingga
8 2
penyebut dalam persamaan penjumlahan Einstein dapat dianggap satu.
Dengan demikian, persamaan penjumlahan Einstein kembali ke bentuk
penjumlhana Galileo. Dan untuk kecepatan-kecepatan yang biasa kita
jumpai sehari-hari, termasuk kecepatan planet-planet mengitari matahari,
penyebut pada persaman penjumlahan Einstein masih mendati satu, yang
berati hasil perhitungan dengan persaman penjumlahan kecepatan Einstein
dan Galileo sama. Penyebut dalam persamaan penjumlahan Einstein
menyimpang dari nilai satu ketika kecepatan yang dijumlahkan mendekati
kecepatan cahaya. Misalkan ada sebuah atom bergerak dengan kecepatan u
= 0,5c (yaitu setengah dari kecepatan cahaya). Atom tersebut tiba-tiba
memancarkan electron dalam arah gerak atom dengan kecepatan v = 0,7c
terhadap atom.
810

