Page 242 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 242

B.   Ikatan Antarmolekul                   C.   Hubungan Ikatan Kimia

               a.   Ikatan Hidrogen                           dengan Titik Didih
                   Ikatan hidrogen adalah ikatan antarmolekul   1.   Massa molekul relatif (Mr) →  semakin besar
                   yang  terjadi  pada  senyawa  yang  terdiri   Mr maka semakin tinggi titik didihnya.
                   atas atom H dengan atom lain yang sangat
                   elektronegatif (F, O, N).              2.   Jenis ikatan →  semakin kuat ikatannya maka
                                                              semakin tinggi titik didihnya:
                   Contoh:  H O,  NH ,  HF,  C H OH,  H SO ,
                             2     3      2  5    2  4        •   Pada ikatan antaratom: Ikatan ion >
                   CH COOH.
                     3
                                                                  kovalen polar > kovalen nonpolar.
                               +
                          -
                    + H  ---- F  -----  H  ---- F   -
                                                              •   Pada  ikatan  antarmolekul:  Ikatan
                        Ikatan hidrogen  Ikatan kovalen polar     hidrogen > dipol­dipol > dipol per­
                                                                  manen­dipol terimbas > gaya London.
               b.   Gaya Van Der Waals
                   1.   Gaya tarik dipol-dipol            D.  Bentuk Geometri Molekul
                         Yaitu, gaya tarik antarmolekul pada   Sederhana
                       senyawa kovalen polar.
                       Contoh: HCl, H S, dan PCl .          PE  PEI  PEB  Bentuk Molekul  Contoh
                                   2
                                            3
                           H − Cl                H − Cl                                                                    2  2  0  Linier  BeCl 2
                       +
                                   +
                                         −
                            −
                                                            3    3    0   Segitiga sama sisi  BF 3
                   2.   Gaya tarik dipol permanen – dipol        4    0     Tetrahedral   CH 4
                       terimbas                             4    3    1   Segitiga piramida  NH 3
                       Yaitu, gaya tarik antarmolekul senyawa    2    2   Planar  bentuk V  H O
                                                                                           2
                       polar dengan nonpolar yang disebabkan     5    0  Segitiga bipiramida   PCl 5
                       karena molekul polar menginduksi          4    1     Tetrahedral   SF
                       molekul nonpolar sehingga membentuk   5              asimetris       4
                       dipol terimbas.                           3    2   Planar bentuk T  IF 3
                       Molekul  polar  membentuk  dipol          2    3       Linier      BeCl 2
                       permanen,  sedangkan  molekul             6    0     Oktahedral    SF 6
                       nonpolar membentuk dipol terimbas    6    5    1   Segilima piramida  IF 5
                       Contoh: gaya tarik antara O  dengan H O   4    2   Segi empat datar  XeF 4
                                                    2
                                            2
                       dalam air.                           7    7    0     Dekahedral    IF7
                       + H O                 O             PE = Pasangan Elektron
                                  +
                           −
                                     −
                                    2
                         2
                                                           PEI = Pasangan Elektron Ikatan
               3.   Gaya tarik dipol sesaat – dipol sesaat (gaya   PEB = Pasangan Elektron Bebas
                   London)
                   Yaitu, gaya tarik antarmolekul pada senyawa
                   nonpolar dan antaratom gas mulia yang
                   disebabkan dispersi elektron yang tidak
                   merata dan tidak permanen.
                   Contoh:
                   •   Gaya tarik antarmolekul CO  (senyawa
                                              2
                       nonpolar) pada gas karbon dioksida.
                   •   Gaya tarik antaratom Ne (atom gas
                       mulia) pada unsur  neon.

                                                                                                241
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247