Page 243 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 243
Bab 4
Kecepatan Reaksi
A. Konsep Kecepatan Reaksi • Energi aktivasi (Ea) adalah energi yang
harus dilampaui oleh energi kinetik (E )
k
Kecepatan (laju) reaksi adalah pengurangan dari molekul-molekul zat yang bereaksi
konsentrasi pereaksi per satuan waktu atau agar terjadi tumbukan yang efektif. Hanya
pertambahan konsentrasi hasil reaksi per satuan molekul yang memiliki E lebih besar dari Ea
k
waktu. yang dapat bereaksi. Semakin besar energi
aktivasi maka reaksi akan berjalan semakin
Contoh: 2A + B g 2AB
2 lambat.
Laju reaksi (v) dapat diungkapkan sebagai berikut:
• Besarnya pengurangan konsentrasi A per C. Faktor yang Memengaruhi
A []
satuan waktu : v= − Laju Reaksi
∆ T
• Besarnya pengurangan konsentrasi B per 1. Sifat zat
B []
satuan waktu : v= − Setiap zat mempunyai daya reaksi
∆ T yang berbeda-beda sehingga setiap zat
• Besarnya pertambahan konsentrasi AB per mempunyai laju reaksi yang berbeda-beda
AB []
satuan waktu: v= + pula. Misal, reaksi senyawa-senyawa ion
∆ T
dapat berlangsung lebih cepat daripada
senyawa kovalen.
Perbandingan laju = perbandingan koefisien
reaksi reaksi 2Na + 2H O g 2NaOH + H (cepat)
2
2
2H + O g 2H O (lambat)
Contoh: 2A + B g 2AB 2 2 2
2
Perbandingan laju reaksi : v : v : v = 2 : 1 : 2 2. Konsentrasi
A B C
Semakin besar konsentrasi larutan berarti
B. Teori Tumbukan dan Energi jumlah partikel terlarut semakin banyak dan
Aktivasi jarak antarpartikel juga semakin berdekatan
sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan
• Teori tumbukan: ”suatu reaksi dapat yang efektif juga semakin besar.
berlangsung karena terjadi tumbukan
efektif antarmolekul zat reaksi. Semakin ”Jadi, semakin besar konsentrasi maka reaksi
sering terjadi tumbukan maka reaksi berjalan berlangsung semakin cepat”.
semakin cepat”.
242

