Page 244 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 244

3.  Suhu                                       Untuk reaksi :  xA  + yB   →  2A B
                                                                            2    2     x y
                   Suhu semakin tinggi berarti energi kinetik      Persamaan kecepatan reaksinya ditulis:
                   molekul semakin besar sehingga reaksi
                   berjalan semakin cepat. Setiap kenaikan         v = k . [A ]  [B ] y
                                                                          x
                   suhu 10o maka reaksi berlangsung n kali               2   2
                   lebih cepat.                               x = orde reaksi terhadap A
                                                                                   2
                                                              y = orde reaksi terhadap B
                                                                                   2

                                                              k = ketetapan laju reaksi
                                         o ( )
                           ( )
                      v  = v .  n 10 t ∆   atau    t  = t  .  1 10 t ∆
                     t   o            t     n
                                                          E.  Grafik Orde Reaksi
               4.  Katalis                                1.  Orde nol  →  laju reaksi tidak dipengaruhi
                   Katalis adalah zat tertentu yang meme-     oleh perubahan konsentrasi reaktan.
                   ngaruhi kecepatan reaksi, tetapi pada akhir      v
                   reaksi dapat ditemukan kembali dalam
                   keadaan utuh.

                   ”Katalis dapat mempercepat reaksi dengan                     M (konsentrasi)
                   menurunkan energi aktivasi (EA), akibatnya
                   energi kinetik (E ) dari molekul-molekul zat   2.  Orde satu  →  laju reaksi berbanding lurus
                                k
                   pereaksi dapat dengan mudah mencapai       dengan perubahan konsentrasi reaktan. Jika
                   batas EA sehingga tumbukan efektif terjadi”.  konsentrasi diubah dua kali maka kecepatan
                                                              reaksi juga berubah dua kali. Jika konsentrasi
               5.  Luas permukaan atau bidang sentuh
                                                              diubah tiga kali maka kecepatan reaksi juga
                   Semakin luas permukaan atau bidang sentuh   berubah tiga kali, dan seterusnya.
                   maka peluang terjadinya tumbukan efektif
                   semakin besar sehingga reaksi semakin           v
                   cepat.
                   Contoh: serbuk besi lebih cepat bereaksi
                   dibandingkan dengan paku besi karena                        M (konsentrasi)
                   luas bidang sentuh serbuk besi lebih luas
                   daripada paku besi.                    3.  Orde dua  →  laju reaksi berbanding lurus
                                                              dengan kuadrat perubahan konsentrasi.
               D.  Persamaan Laju Reaksi dan                  Jika konsentrasi diperbesar dua kali maka
                   Orde Reaksi                                laju reaksi berubah menjadi empat kali. Jika
                                                              konsentrasi diubah menjadi tiga kali maka
                   Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan   laju reaksi berubah menjadi sembilan kali.
                   antara laju reaksi dengan konsentrasi dan
                   orde reaksi.                                     v

                   Orde reaksi atau tingkat reaksi atau pangkat
                   konsentrasi adalah angka yang menunjukkan                    M (konsentrasi)
                   besarnya pengaruh konsentrasi terhadap laju
                   reaksi.




                                                                                                243
   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249