Page 309 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 309
yang berbeda kerapatan optiknya, n : indeks bias medium 2
2
seperti udara dan air. Dengan syarat n > n
1 2
Contoh: Jika kita memasukkan pensil
ke dalam gelas berisi air maka pensil 2. Pembiasan pada prisma
akan terlihat seperti patah/bengkok.
Terdapat dua macam pembiasan cahaya, yaitu: b
1. Cahaya datang dari medium RENGGANG i δ
(udara) menuju ke medium RAPAT (air) 1 r 1 i 2 r 2
maka cahaya akan berbelok MENDEKATI
sumbu normal (garis putusputus yang
tegak lurus pada bidang bias).
Rumus pembiasan pada prisma:
2. Cahaya datang dari medium RAPAT (air) • Rumus sudut deviasi
menuju ke medium RENGGANG (udara) Sudut deviasi adalah sudut yang
maka cahaya akan berbelok MENJAUHI dibentuk antara perpanjangan sinar
garis normal.
datang mulamula dengan sinar bias
yang keluar dari prisma.
sinar datang
sinar bias
δ = i + r – b
Udara i Udara r 1 2
Air i > r Air i < r • Rumus sudut pembias prisma
r i
Sudut pembias adalah sudut pada
sinar bias sinar datang prisma yang membiaskan cahaya.
Gambar 1 Gambar 2
b = i + r
2 1
Rumus pembiasan: • Rumus sudut deviasi minimum
n ⋅ Sin i = n ⋅ Sin r Sudut deviasi minimum adalah sudut
1
2
Keterangan: deviasi yang terjadi, SYARATNYA:
n : indeks bias medium 1 i = r dan i = r
1
2
2
n : indeks bias medium 2 1 δ = 2i – b 1
2
i : sudut datang δβ m 1
.
r : sudut bias n .Sin m = n ⋅ Sin β
m
m
2 2
1. Sudut kritis pada pembiasan
Jika β ≤ 15 maka akan berlaku:
o
Sudut kritis (i ) adalah sudut datang yang
k
terjadi apabila CAHAYA DATANG dari δ = n p −
1.β
MEDIUM RAPAT ke MEDIUM RENGGANG m n m
yang mengakibatkan sudut biasnya sebesar Keterangan:
90 (tegak lurus garis normal). i : sudut datang pertama
0
1
Rumus: r : sudut bias kedua
2
n β : sudut pembias (sudut puncak) prisma
Sin i = 2
k
n 1 δ : sudut deviasi
Keterangan: δ : sudut deviasi minimum
m
i : sudut kritis n : indeks bias medium
k m
n : indeks bias medium 1 n : indeks bias prisma
1 p
308

