Page 306 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 306
Rumus proses isokhorik adalah: ΔU dapat bernilai nol (0), jika terjadi proses
isotermis dan siklus reversibel.
P 1 = P 2 Perubahan energi dalam gas monoatomik
T 1 T 2 dirumus kan dengan:
3
4. Adiabatik (Q = 0, Q = 0) ∆ U = ⋅ ⋅ ⋅ T )
n R (T −
in out 2 2 1
Adiabatik adalah proses termodinamika
pada saat TIDAK ADA KALOR yang MASUK d. Usaha
atau KELUAR sistem. Usaha dapat dihasilkan dalam suatu sistem
Grafik dan rumus proses adiabatik adalah: gas apabila volume gas bertambah.
P Usaha dinyatakan dengan rumus:
P 1 PV⋅ 1 = 2 P V⋅ 2 γ
γ
1
⋅
C W = ∫ P dV
= P
γ
P 2 C V
V
V 1 V 2
Usaha (W) dapat bernilai positif, jika sistem
Keterangan: melakukan usaha (sistem mengembang)
P : tekanan (Pascal) atau dikatakan sebagai proses ekspansi
3
V : volume (m ) (volume sistem bertambah).
T : suhu (Kelvin) Usaha bernilai negatif, jika sistem dilakukan
g : konstanta Laplace usaha dari lingkungan atau dikatakan
b. Hukum I Termodinamika sebagai proses kompresi (volume sistem
Hukum I termodinamika dirumuskan berkurang). Jika usaha bernilai nol, artinya
dengan: sistem sedang mengalami proses isokhorik
(volume konstan).
+
Q =∆ UW Usaha juga dapat dicari dengan mencari luas
daerah di dalam grafik P – V.
Jika sistem menyerap kalor maka Q bernilai Rumus usaha yang lainnya adalah:
positif, sedangkan jika sistem melepas kalor, 1. Pada proses isobarik
Q bernilai negatif.
Keterangan: W = ( V ) = n R (T⋅⋅ − T )
PV −
⋅
Q : jumlah kalor (J) 2 1 2 1
ΔU : perubahan energi dalam (J) 2. Pada proses isotermis
W : kerja atau usaha (J)
V 2
n R T ln
c. Perubahan Energi Dalam W =⋅ ⋅ ⋅ V 1
Perubahan energi dalam adalah SELISIH 3. Pada proses adiabatik
dari ENERGI DALAM AKHIR dengan ENERGI
DALAM AWAL. W = 1 PV − P V )
⋅
⋅
ΔU bernilai positif, artinya suhu sistem naik γ− 1 ( 1 1 2 2
atau energi dalam meningkat. ΔU bernilai
negatif, artinya suhu sistem turun atau e. Hukum II Termodinamika
energi dalam menurun. Hukum II Termodinamika dapat dinyatakan
dengan:
305

