Page 307 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 307
1. Kalor yang mengalir secara spontan dari Proses a – b : proses isotermis (kalor masuk)
benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu Proses b – c : ekspansi adiabatik
rendah dan tidak dapat mengalir secara Proses c – d : proses isotermis (kalor keluar)
spontan dalam arah kebalikannya. Proses d – a : kompresi adiabatik
2. Total entropi jagad raya tidak berubah
ketika terjadi proses reversibel dan akan g. Mesin Pendingin
bertambah jika terjadi proses ireversibel. Mesin pendingin adalah mesin yang
3. Tidak mungkin membuat sebuah mesin menyerap panas dari reservoir suhu
kalor yang bekerja dalam suatu siklus rendah (Q ) dan membuang panas tersebut
2
semata-mata menyerap kalor dari sebuah ke reservoir suhu tinggi (Q ) dengan
1
reservoir dan mengubah seluruhnya menggunakan usaha (W) yang berasal dari
menjadi usaha luar. ling kungan/luar sistem.
Kinerja mesin pendingin pada siklus Carnot
f. Mesin Kalor di rumuskan dengan:
Mesin kalor adalah mesin yang bekerja Q T
dengan cara menyerap panas dari reservoir k = W 2 = T − 2 T
suhu tinggi (Q ) untuk menghasilkan usaha 1 2
1
(W) dan membuang energi panas sisanya ke W = Q − Q 2
1
reservoir suhu rendah (Q ).
2
Mesin kalor memiliki efisiensi nyata yang Keterangan:
dirumuskan dengan: k : kinerja mesin pendingin
η : efisiensi mesin kalor
W W : usaha yang dihasilkan (J)
η = W = Q − Q
Q 1 1 2 Q : kalor pada reservoir suhu tinggi (J)
1
Q : kalor pada reservoir suhu rendah (J)
2
Jika mesin kalor mengikuti siklus Carnot/ T : suhu tinggi (Kelvin)
1
mesin kalor ideal maka grafiknya adalah: T : suhu rendah (Kelvin)
2
P (N/m 2 )
a
Q 1
b
T 1
W
d
c T 2
V (m 3 )
Q 2
= W =1− T 2
Q 1 T 1
W = Q − Q
1 2
306

