Page 328 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 328
3. Rangkaian Jembatan Wheatstone Sedangkan, beda potensial antara titik A
dan B di sebut tegangan jepit, yaitu:
A
⋅
RR = RR 4 R R
⋅
1
2
3
V = 0 1 2
AB
V = I R⋅ = e – I.r
R 4 R 3 jepit total
B Keterangan:
Jika perkalian antara hambatan yang ∑ ε : GGL total loop (V)
berhadapan sama maka beda potensial r : hambatan dalam (W)
AB adalah nol.
f. Energi dan Daya Listrik
d. Hukum Ohm
Pada hukum ohm dapat diketahui bahwa Daya listrik dirumuskan dengan:
tegangan listrik (V) berbanding lurus dengan V 2
2
⋅
kuat arus (I) dan hambatan (R). Hukum ohm P = VI⋅= R = I R
dirumuskan dengan:
Sedangkan, energi listrik adalah daya listrik
V V dikali waktu.
V =⋅ atau R =
I R atau I =
R I
⋅
W = Pt
Keterangan:
e. Hukum Kirchoff
1. Hukum I Kirchoff P : daya listrik (watt)
Hukum I Kirchoff berbunyi: W : energi listrik (joule)
“JUMLAH kuat ARUS listrik yang MASUK ke t : waktu (sekon)
suatu titik cabang SAMA DENGAN jumlah D. Listrik Arus AC
kuat arus yang KELUAR dari titik cabang.”
(Bolak-Balik)
∑ I masuk ∑ I
=
keluar Listrik arus AC (bolakbalik) dihasilkan oleh
sumber tegangan arus bolakbalik, contohnya
Contoh: I adalah ge nerator AC.
I 2
1 a. Persamaan Tegangan Listrik Arus Bolak-Balik
I 3 Pada arus AC, berlaku persamaan tegangan
sebagai berikut:
Maka dari hukum I Kirchoff berlaku:
V = V ⋅ Sin t
ω
( ) t m
I = I + I V m
1 2 3 V = 2
ef
2. Hukum II Kirchoff
b Persamaan Kuat Arus Listrik AC
Hukum II Kirchoff berbunyi: Pada arus AC, berlaku persamaan kuat arus
“Di dalam sebuah rangkaian tertutup, sebagai berikut:
JUMLAH aljabar GAYA GERAK LISTRIK
(∑ DENGAN PENURUNAN TEGANGAN I =I ⋅ Sin t
ω
) ε
m
( ) t
(∑ I R ) SAMA DENGAN NOL.” I m
⋅
I = 2
ef
∑∑ I R = 0
⋅
ε+
327

