Page 332 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 332
d. Gaya Lorentz pada Muatan yang Bergerak f. Lintasan Partikel Bermuatan di dalam
di dalam Medan Magnet Medan Magnet
v v +
B (masuk)
F
q B +
F
v
F
q
+ v
Jika muatan q bergerak dengan kecepatan v Jika muatan positif q bergerak di dalam
mem bentuk sudut terhadap medan magnet medan magnet B maka muatan tersebut
B maka akan muncul gaya Lorentz dengan per- akan membuat lintasan berupa lingkaran
samaan:
dengan jari-jari R.
F = B.q.v.sin q Akibat lintasan melingkar ini maka gaya Lo-
rentz yang terjadi akan berperan sebagai
Keterangan: gaya sentripetal, jika dibuat persamaan akan
F : gaya Lorentz (N) menjadi:
q : muatan listrik ( C) F = F sp
v : kecepatan gerak muatan q (m/s) mv 2 2
⋅
⋅⋅
q : sudut yang dibentuk antara v dan B qv B = R = m⋅ω ⋅ R
e. Aturan Tangan v-B-F Maka, besarnya jari-jari R dapat dirumuskan
Jika kita mengatur TANGAN KANAN seperti dengan:
pada gambar di bawah, yaitu: R = mv
⋅
• IBU JARI menunjukkan ARAH KECEPATAN Bq ⋅
(v). Keterangan:
• JARI TELUNJUK menunjukkan ARAH F : gaya sentripetal (N)
sp
MEDAN MAGNET (B). m : massa partikel (kg)
• JARI TENGAH menunjukkan ARAH GAYA R : jari-jari lintasan (m)
LORENTZ (F) w : kecepatan sudut partikel (rad/s)
• v-B-F SALING TEGAK LURUS.
Aturan TANGAN KANAN ini hanya untuk C. Induksi Elektromagnetik
PARTIKEL BERMUATAN POSITIF, dan untuk
PARTIKEL BERMUATAN NEGATIF maka a. Fluks Magnetik
menggunakan aturan TANGAN KIRI.
Fluks magnetik adalah banyaknya garis-
garis gaya magnet (medan magnetik) yang
V
dilingkupi luas bidang tertentu.
B
normal
B (medan magnet)
F
θ
Keterangan:
v : arah kecepatan muatan positif
B : arah medan magnet
F : arah gaya Lorentz
A (luas bidang)
331

