Page 157 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 157
3. Respirasi Internal
Oksigen yang diperoleh dari lingkungan digunakan pada proses pembakaran
untuk menghasilkan energi, sedangkan sebagai hasil sampingannya adalah karbon
dioksida yang harus dikeluarkan dari tubuh. Proses respirasi internal sering kali disebut
sebagai respirasi seluler, karena proses respirasi ini terjadi di dalam sel, yaitu di
dalam sitoplasma dan mitokondria. Respirasi internal atau seluler terjadi melalui
beberapa tahap, yaitu glikolisis, siklus krebs, dan transport elektron (transfer
elektron) yang akan dipelajari di kelas XII.
C. Organ Pernapasan
Pada mamalia, paru-paru terdiri dari beberapa gelambir. Bronkus memasuki
paru-paru kemudian bercabang-cabang sampai akhirnya ke bagian yang meng-
gelembung berdinding tipis, disebut alveoli, selalu basah dan banyak mengandung
kapiler darah.
hidung
faring esofagus
laring ujung bronkiolus
trakea paru-paru
paru-paru kanan kiri
bronkus
bronkiolus
diafragma
jantung alveoli
Sumber: Biology, 1999
Gambar 7.1 Bagian-bagian dalam paru-paru pada mamalia. Selain pembuluh darah, di
dalam paru-paru juga terdapat pembuluh limfa
Alveoli merupakan tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida. Jumlah
alveoli pada satu paru-paru sangat banyak mencapai puluhan juta sampai ratusan
juta. Jumlah alveolus yang banyak memperluas area pertukaran gas di paru-paru.
Dengan demikian, permukaan paru-paru yang sangat luas memungkinkan pengambilan
oksigen dengan leluasa.
Sebagai salah satu anggota mamalia, manusia memiliki paru-paru dengan ciri
seperti yang telah diutarakan di atas. Jumlah alveolusnya 300 juta buah, dengan luas
2
jika dibentangkan sekitar 70 m . Dengan keadaan luas paru-paru seperti itu, maka
respirasi menjadi lebih efisien dan perolehan oksigen akan menjamin hidup manusia.
Alveolus memiliki dinding yang tipis terbuat dari epitel selapis pipih. Paru-paru manusia
150 Bab 7 Sistem Pernapasan

