Page 209 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 209

1)   Mata Tua (Presbiopi)
                                  Presbiopi adalah kelainan mata yang terjadi sebagai akibat tidak lenturnya
                              lensa mata. Hal itu menyebabkan daya akomodasi lensa mata sangat sulit
                              menangkap objek yang jauh maupun dekat sehingga bayangan benda yang
                              dibentuk tidak jatuh tepat pada retina. Kelainan mata presbiopi dapat dibantu
                              menggunakan kacamata berlensa mata rangkap dua.
                         2)   Rabun Dekat (Hipermetropi)
                                  Pada gangguan mata hipermetropi keadaan retinanya lebih pendek dari jarak
                              normalnya. Hal tersebut menyebabkan bayangan benda yang dibentuk lensa mata
                              tidak terfokus jatuh tepat pada retina, tetapi jatuh di belakang retina. Gangguan mata
                              hipermetropi dapat dibantu dengan kacamata lensa cembung atau lensa positif.
                         3)   Miopi (Rabun Jauh)

                                  Penyebab kelainan mata miopi karena bola mata berbentuk lonjong dan
                              lebih panjang dari keadaan normalnya sehingga dengan keadaan seperti itu, jarak
                              antara lensa mata dan retina menjadi lebih jauh. Hal ini mengakibatkan bayangan
                              yang dibentuk jatuh di depan retina. Gangguan mata miopi dapat dibantu dengan
                              menggunakan kacamata berlensa cekung atau lensa negatif.
                         4)   Astigmatisma
                                  Astigmatisma terjadi karena bentuk lengkungan pada permukaan kornea
                              tidak merata. Garis-garis vertikal dan horizontal tidak dapat difokuskan secara
                              simultans. Kelainan mata astigmatisma dapat dibantu dengan menggunakan
                              kacamata berlensa silindris.


                     D. Sistem Endokrin

                              Sistem endokrin pada manusia dibangun oleh sejumlah kelenjar endokrin (kelenjar
                         buntu) yang tersebar di tempat-tempat tertentu dalam tubuh. Kelenjar ini menghasilkan
                         satu atau beberapa hormon yang bermuara langsung ke dalam pembuluh darah.
                              Hormon adalah senyawa organik yang dibuat di dalam tubuh oleh sel-sel tertentu,
                         dibebaskan oleh kelenjar endokrin, diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi
                         memiliki kemampuan kerja yang besar untuk memelihara fungsi normal tubuh (seperti
                         homeostatis, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku). Hormon berasal dari kata
                         homein yang artinya memacu. Umumnya hormon bekerja pada bagian tubuh tertentu
                         yang disebut organ sasaran.

                     1. Macam-Macam Sistem Endokrin pada Manusia

                              Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa kelenjar endokrin, yaitu kelenjar
                         hipotalamus, kelenjar hipofisis (hypofisis gland), kelenjar gondok (tiroid), kelenjar

                     202                                                            Bab 9  Sistem Koordinasi
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214