Page 319 - JALAN PULANG
P. 319
Kalau ditanya mengapa sang rembulan tidak kelihatan di siang
hari bersama terik panas matahari jawapannya itu adalah kuasa Tuhan.
Mungkin Tuhan mahu kita sebagai manusia yang dijadikannya agar
menghayati suasana alam ciptaannya di malam hari dengan melihat
keindahan sang rembulan.
Pada satu malam sang rembulan berasa amat berdukacita.
Menangis mengalir air mata seolah-olah sesuatu yang menyedihkan
mengusik jiwanya. Pungguk kekasih hatinya yang setia berasa terkejut
dan hairan apabila melihat orang yang dicintainya berasa sedih dan
menangis pada malam ini.
“Wahai kekasih yang aku sayangi sang rembulan. Kenapa kau
nampak sedih hingga menangis? Adakah aku telah menyakiti dan
melukai hatimu?” pungguk lalu bertanya untuk mendapatkan
kepastian.
Mengapa dengan tiba-tiba saja kekasih hatinya ini dibungkus
dengan rasa kedukaan yang teramat sangat?” Sang rembulan sebaliknya
hanya berdiam diri dan tidak menjawab pertanyaan kekasihnya itu.
Makin jadi resah dan gelisah tidak menentu sang pungguk dibuatnya.
Hanya diam bersama rasa duka yang kian membelit wajah kekasihnya
sebagai jawapan kepada pertanyaannya benar-benar menjadikan dia
319

