Page 323 - JALAN PULANG
P. 323
sambil memandang dengan rasa penuh kasih dan sayang. Wajah sang
rembulan yang cantik berseri itu.
Sang rembulan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kekasih
hatinya itu dengan mengangguk-anggukkan kepala.
“Benar wahai kekasihku pungguk!”
“Aku sendiri melihat bagaimana terjadinya persengketaan dan
perpecahan sesama umat Islam di bawah tadi. Berpunca daripada
resolusi persidangan pihak pembangkang membenarkan kalimah Allah
dipakai oleh orang bukan Islam,” dia menyambung.
“Dahsyat …!” keluh pungguk pula sebaliknya dengan menarik
nafas yang panjang.
“Memang dahsyat. Mereka sanggup mempersenda-sendakan
kesucian agama. Yang menjadi pedoman hidup kita selama ini,” celah
sang rembulan.
Malam yang dikelilingi dengan pekat dan hitam menjadi saksi
sang rembulan dan pungguk bertemu untuk memadu kasih asmara
323

