Page 202 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 202

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



            B. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
               1.  Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah
               Secara leksikal, manajemen berbasis sekolah (MBS) berasal
            dari tiga kata; manajemen, berbasis, dan sekolah. Manajemen
            berarti proses menggunakan sumber daya secara efektif untuk
            mencapai sasaran. Berbasis berarti dasar atau asas. Sedangkan
            sekolah adalah lembaga untuk belajar mengajar serta tempat
            menerima dan memberikan pelajaran (Kamisa, 1997: 354).
               Dari makna tersebut, MBS diartikan sebagai penggunaan
            sumber daya yang berasaskan pada sekolah itu sendiri dalam
            proses pengajaran dan pembelajaran. Dalam konteks ini,
            model MBS berpusat pada sumber daya yang ada di sekolah
            yang semula diatur oleh birokrasi di luar sekolah menuju pe-
            ngelolaan berbasis pada potensi internal sekolah itu sendiri.

               Jika dimaknai lebih sempit, MBS hanya mengarah pada
            perubahan tanggungjawab dari pemerintah kepada sekolah
            yang meliputi pengelolaan anggaran, personil, dan kuriku-
            lum. MBS juga memberikan hak kontrol proses pendidikan
            kepada sekolah, guru, siswa, masyarakat, dan orang tua de-
            ngan keterlibatan stakeholders lokal. Pengambilan keputusan
            dalam MBS dapat meningkatkan lingkungan belajar yang
              efektif bagi siswa. Dengan meningkatnya efektivitas bela-
            jar bagi siswa, maka prestasi belajar siswa—berupa prestasi
            akademik dan nonakademik—akan meningkat.
               2.  Indikator Manajemen Mutu Terpadu di Sekolah/
                  Madrasah
               Pada sekolah tradisional—atau yang dikontrol dari luar,
            visi, misi, dan tujuan kadang terabaikan. Indikator utama nya
            adalah bagaimana prestasi akademik lulusannya pada akhir
            tingkat, lalu mengabaikan proses pendidikan dan pencapaian
            lainnya.


        200
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207