Page 57 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 57

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



                                                        ۡ ۡ ۡ
                                              ۡ
                            ۡ ۡ ۡ
             ﴾ُهرـي ارش ةَّ رَ ذ َ لاَ قـثم لمعـي نمو ،هرـي ارـيخ ةَّ رَ ذ َ لاَ قـثم لمعـي نمَ ف﴿
                                                         ِ
                             ِ
                                                 ٍ
                     ٍ
                  ًَّ
                                               َ
                                َ َ ََ ُ
               ََ
                                                            َ َ َ
                                          ََ ً
                  “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, nis-
            caya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan
            kejahatan  seberat  zarrah,  niscaya  dia  akan  melihat  (balasan)nya.”
                                 (Al-Zalzalah: 7-8)
               Dan, bagi mereka yang menduduki jabatan, baik sebagai
            manajer atau pemimpin, semuanya merupakan amanah dan
            ujian yang harus dijalankan untuk kemaslahatan bersama dan
            kemajuan, sebagaimana firman-Nya,
                                             ۡ
                      ۡ
                                 ۡ
                                           ۡ
                                                 ٓ ۡ
                          ۡ ۡ
             تٰ جرد  ٍ ضعـب َ قوـف مُ كضعـب عَ فرو  ِ ضرَ لٱ فئَ لخ مُ كَ لعج يذلٱ وهو﴿
                                                ِٰ
             ٍ
                                                             َِّ
                                               َ َ
               ََ َ
                                                                َُ َ
                                                        ََ
                               َ َ َ ََ
                      َ
                          َ
                                     ۡ
                                                                   ۡ
                                                               ۡ
                              ِ ِ ِ
                     ِ
                                                  ِ
                 ﴾ميحَّ ر روُ فغَ ل هَّ نإو باَ قعلٱ عيِ رس كَّ بر َّ نإ مُ كٰ ىتاء ٓ ام  ِ ف مُ كوُ لـ�ـيّ ل ِ

                                                       َ
                                       ُ َ َ َ
                                                        َ َ
                                                                 َ َ
                                                    ْ
                  ٌ
                       ٌ َ ُ َ
            “Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di
            bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain,
            untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepada-mu. Se-
            sungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh,
                Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-An’am: 165)
               Ayat tersebut memberikan isyarat bagi manajer atau pe-
            mimpin, agar senantiasa bertanggung jawab, tidak sombong,
            dan arogan. Tidak seperti banyak yang kita lihat, biasanya
            para pemimpin ingin menang sendiri, bahkan melimpahkan
            kesalahan pada bawahan demi kepentingannya. Hal ini secara
            Qur’ani tidak berlaku, sebab setiap diri akan   bertanggung
            jawab, tidak hanya itu, bahkan seorang pemimpin akan
              dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, se-
            bagaimana firman-Nya,
                                                              ۡ
                                                            ٍ
                                              ﴾يهر بسَ ك اب ءِ رمٱ لُ ك﴿
                                                 ِ
                                                           ِ
                                               ٍ
                                                                ُّ
                                                          َ
                                                ْ َ َ َ
                  “Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
                                  (Ath-Thur: 21)
                                                                      55
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62