Page 58 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 58

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



               Dalam manajemen Islam, kewajiban pemimpin tidak ha-
            nya memperhatikan dan melindungi karyawan, namun se-
            baliknya,  karyawan  juga  memiliki  tanggung jawab  kepada
            atasannya. Allah Swt. berfirman,
                       ۡ
                     ۡ
               ۡ ِ
             ﴾مُ كنم ِ رمَ لٱ  ِ لوُ أو َ لوسرلٱ ْ اوعيطَ أو  َّ للٱ ْ اوعيطَ أ ْ اوـنماء نيذلٱ اهُّـيَٰ ي﴿
                                        ِ
                                                  ِ
                                                            َِّ
                                                                  ٓ
                                 َّ
                                                ُ
                                ُ
                                      ُ َ َ
                          ْ َ
                                                     ٓ ُ َ َ َ
                                                                َ َ
                  “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan
            taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekua-
                       saan) di antara kamu.” (An-Nisa’: 59)
               Selain itu, Allah Swt. juga mengajarkan untuk senantia-
            sa bertanggung jawab menunaikan  hak dan kewajiban atas
            pekerjaan, usaha, dan dirinya sendiri. Dia juga memerintah-
            kan dalam pekerjaan agar senantiasa efektif dan efisien. Mak-
            sudnya, dalam mencapai tujuan, pengeluaran lebih kecil dari
            pendapatan, bermutu, tepat sasaran, berbelanja sesuai keper-
            luan, memaksimalkan anggaran, tidak menghambur-hambur-
            kan, dan kikir dari keberhasilan atau kekayaan yang diperoleh,
            sebagaimana firman-Nya,
                                        ۡ
                              ۡ
                                          ۡ
                                                 ۡ ۡ
                 ﴾اماوـق كلَ ذ يـب َ ناَ كو ْ اورـتقـي َ لو ْ اوُ فِ رسي َ ل ْ اوُ قَ فنَ أ ٓ اَ ذإ نيذلٱو﴿
                          ِٰ
                                                            ِ َِّ
                   ً ََ َ
                                                  ُ
                            َ َ
                                                                  َ
                                                              َ
                                   َ ُُ َ َ
                  “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pen-
            gasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka
              tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir.” (Al-Furqaan: 67)
            B. Dasar dan Tujuan Manajemen
               1.  Dasar Manajemen
               Menurut Sukarno (Tanthowi, 1983: 24), bahwa  asâsul
            idârah mabâdil idârah, dalam istilah Barat disebut the funda-
            mental of management, secara umum yang menjadi dasar atau
            basis manajemen adalah authority  (kekuasaan, kewibawaan,
            dan kewenangan). Untuk mendapatkan authority, maka harus
            melalui sumber hukum, sumber tradisi atau kebiasaan, dan
            sumber pelimpahan.

         56
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63