Page 206 - FullBook Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia
P. 206
Bab 10 Anatomi dan Fisiologi Sistem Ekskresi 187
Saraf ginjal berasal dari ganglion renalis dan berjalan melalui pleksus renalis
ke dalam ginjal bersama arteri-arteri ginjal. Sebagian besar saraf ginjal adalah
saraf vasomotor yang mengatur aliran darah melalui ginjal dengan
menyebabkan vasodilatasi atau vasokonstriksi arteriol-arteriol ginjal (Gerald J.
Tortora and Derrickson, 2011).
10.4.2 Fisiologi Ginjal
Beberapa fungsi dari ginjal di antaranya adalah (Gerald J. Tortora and
Derrickson, 2011):
1. Mengatur komposisi ion darah. Ginjal membantu pengaturan kadar
beberapa ion dalam darah, terutama ion natrium (Na+), ion kalium
(K+), ion kalsium (Ca2+), ion klorida (Cl-), dan ion fosfat (HPO42-).
2. Mengatur pH darah. Ginjal mengekskresikan ion hidrogen (H+)
dalam jumlah bervariasi ke dalam urine dan menahan ion bikarbonat
(HCO3) sehingga dapat membantu tubuh mengatur pH darah.
3. Mengatur volume darah. Ginjal dapat menyesuaikan volume darah
dengan menahan atau mengeluarkan air di urine. Peningkatan volume
darah dapat meningkatkan tekanan darah; penurunan volume darah
dapat menurunkan tekanan darah.
4. Mengatur tekanan darah. Ginjal juga dapat membantu tubuh untuk
mengatur tekanan darah dengan mengeluarkan enzim renin, yang
mengaktifkan jalur renin-angiotensin-aldosteron. Peningkatan renin
menyebabkan peningkatan tekanan darah.
5. Mempertahankan osmolaritas darah. Ginjal secara terpisah mengatur
pengeluaran air dan pengeluaran zat terlarut dalam urine sehingga
dapat mempertahankan osmolaritas darah relatif konstan sebesar 300
milimol per liter (mOsm/liter).
6. Menghasilkan hormon. Ginjal menghasilkan kalsitriol yang
merupakan bentuk aktif vitamin D, membantu tubuh mengatur
homeostasis kalsium dan eritropoietin yang merangsang
pembentukan sel darah merah.
7. Mengatur kadar glukosa darah. Ginjal dapat menggunakan asam
amino glutamin dalam glukoneogenesis (pembentukan molekul

