Page 96 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 96

Bab 5 Anatomi Fisiologi Sistem Persyarafan                     79


              Menurut Blakck and Hawsk, (2014) SST berdasarkan divisinya juga dibagi
              menjadi dua bagian yaitu:
              1.  Divisi sensori (afferent) yaitu susunan saraf tepi dimulai dari receptor
                  pada kulit atau otot (effector) ke dalam pleksus, radiks, dan seterusnya
                  kesusunan saraf pusat. Jadi besifat ascendens.
              2.  Divisi motorik (efferent) yang menghubungkan impuls dari SSP ke
                  effector (Muscle and Glands) yang bersifat desendens untuk menjawab
                  impuls yang diterima dari reseptor di kulit dan otot dari lingkungan
                  sekitar (Bahrudin, 2013).



              5.12 Klasifikasi Sel Saraf


              Jaringan saraf terdiri dari kelompok sel saraf atau neuron yang mengirimkan
              informasi  disebut  impuls  saraf  dalam  bentuk  perubahan  elektrokimia,  dan
              merupakan sel konduksi. Neuron adalah sel saraf yang sesungguhnya. Jaringan
              saraf juga terdiri dari sel-sel yang melakukan dukungan dan perlindungan. Sel-
              sel ini disebut neuroglia atau sel glial. Lebih dari 60% dari semua sel otak adalah
              sel neuroglia. Neuroglia ini bukan sel konduksi. Mereka adalah jenis khusus dari
              "jaringan ikat" untuk sistem saraf (Blakck and Hawsk, 2014)

              5.12.1 Neuron

              Neuron, atau sel-sel saraf, adalah unit struktural dan fungsional dari sistem saraf.
              Mereka adalah sel halus yang khusus untuk menghasilkan dan mengirimkan
              impuls saraf. Neuron dapat bervariasi dalam ukuran dan bentuk, tetapi mereka
              memiliki  banyak  ciri-ciri  yang  umum.  Neuron  bersifat  amitotik.  Ini  berarti
              bahwa jika neuron mengalami kerusakan, tidak dapat digantikan karena neuron
              tidak mengalami mitosis. Neuron memiliki dua karakteristik fungsional yang
              unik: iritabilitas dan konduktivitas (Stanley, 2015).
              Terdapat tiga macam neuron:
              1.  Neuron unipolar hanya memiliki satu serabut meninggalkan badan sel,
                  tetapi  kemudian  bercabang  membentuk  akson  dan  dendrit.  Neuron
                  unipolar enyampaikan sinyal sensorik umum.
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101