Page 100 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 100
Bab 5 Anatomi Fisiologi Sistem Persyarafan 83
membran selapis sel yang mengatur difusi substansi antar cairan
interstisial dan CSS.
5.13 Konduksi Impuls
5.13.1 Potensial Istirahat
Sebuah neuron yang tidak menghantarkan impuls saraf disebut sedang dalam
keadaan "istirahat". Walaupun sel ini sedang istirahat, sel ini tetap bermuatan
dan siap untuk dibangkitkan. Potensial untuk membangkitkan dihasilkan dari
perbedaan muatan elektrik antara cairan interstisial di luar neuron dan cairan
intraselular di dalam sel. Dalam sel saraf bersifat elektronegatif dan cairan
interstisial bersifat elektropositif. Membran potensial yang dihasilkan dari
perbedaan muatan kedua kompartemen ini diukur dalam mV (milivolt).
Potensial membran istirahat (PMI) neuron antara -45 dan -75 mV, kurang polar
dibandingkan PMI sel otot dan skelet yaitu -90 mV.
Sel dalam keadaan depolarisasi jika terjadi influx sodium yang menyebabkan
potensial membran menjadi lebih positif (meningkat menjadi nol). Pada
kebanyakan sel, bal ini terjadi karena stimulus elektrik yang ditransmisikan oleh
sel di dekatnya.
Oleh karena peningkatan potensial membrane selama depolarisasi mencapai
tingkat spesifik (ambang). Jika ambang tercapai, sel yang mengalami eksitasi
akan mencapai potensial aksi penuh karena sel ini mengikuti fenomena all-or-
none.
Repolarisasi adalah kembalinya polaritas membrane dan sodium dan potasium
kembali pada tempat semula melalui pompa natrium-kalium. Setelah suatu
potensial aksi dibangkitkan, tidak satu segmen sarafpun dapat menghantarkan
potensial aksi lain untuk suatu periode waktu pendek (<1 milidetik). Interval ini
disebut periode refrakter absolut. Sodium dan potassium kembali ke lokasi
semulaselama periode ini dan sodium kembali ke lokasi semula selama sodium
tidak dapat masuk ke sel. Selama periode selanjutnya, disebut periode refraktur
relative hanya suatu stimulus yang lebih kuat dari biasanya yang dapat
menghasilkan suatu potensial aksi. Secara umum, rata-rata kembalinya
potensial istirahat terjapai dalam 10-30 milidetik (Stanley, 2015).

