Page 58 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 58

enzim   amilase.   Sedangkan   enzim-enzim   yang   berperan   dalam   proses   respirasi
                       jumlahnya tidak dipengaruhi oleh kadar substratnya.
                       b. Enzim  adaptif

                              Perubahan lingkungan mikroba dapat menginduksi terbentuknya enzim tertentu.
                       Induksi  menyebabkan  kecepatan  sintesis  suatu  enzim  dapat  dirangsang  sampai
                       beberapa ribu kali. Enzim adaptif adalah enzim yang pembentukannya dirangsang oleh

                       adanya substrat. Sebagai contoh adalah enzim beta galaktosidase yang dihasilkan oleh
                       bakteri  E.coli  yang  ditumbuhkan  di  dalam  medium  yang  mengandung  laktosa.  Mula-
                       mula E. coli tidak dapat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya

                       pertumbuhan  (fase  lag/fase  adaptasi  panjang)  setelah  beberapa  waktu  baru
                       menampakkan pertumbuhan. Selama fase lag tersebut  E. coli membentuk  enzim beta

                       galaktosidase yang digunakan untuk merombak laktosa.


                       D. FAKTOR-FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK

                              Protein adalah bagian utama enzim yang dihasilkan sel, maka semua hal yang
                       dapat mempengaruhi protein dan sel akan berpengaruh terhadap reaksi enzimatik.
                       1. Substrat (reaktan)

                              Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar substrat. Penambahan
                       kadar  substrat  sampai  jumlah  tertentu  dengan  jumlah  enzim  yang  tetap,  akan
                       mempercepat  reaksi  enzimatik  sampai  mencapai  maksimum.  Penambahan  substrat

                       selanjutnya tidak akan menambah kecepatan reaksi.
                              Kecepatan  reaksi  enzimatik  juga  dipengaruhi  kadar  enzim,  jumlah  enzim  yang

                       terikat substrat (ES) dan konstanta Michaelis (K m). K m  menggambarkan mesetimbangan
                       disosiasi  kompleks  ES  menjadi  enzim  dan  substrat.  Nilai  K m  kecil  berarti  enzim
                       mempunyai  afinitas  tinggi  terhadap  substrat  maka  kompleks  ES  sangat  mantap,

                       sehingga  kesetimbangan  reaksi  kearah  kompleks  ES.  Apabila  nilai  K m   besar  berarti
                       enzim  mempunyai  afinitas  rendah  terhadap  substrat,  sehingga  kesetimbangan  reaksi
                       kearah E + S.

                       2. Suhu

                              Seperti  reaksi  kimia  pada  umumnya,  maka  reaksi  enzimatik  dipengaruhi  oleh
                       suhu. Kenaikan suhu sampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi

                       enzimatik.  Kepekaan  enzim  terhadap  suhu  pada  keadaan  suhu  melebihi  optimum



                       59                                                                                  59
                       59                                                                                  59
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63