Page 59 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 59

disebabkan terjadinya perubahan fisikokimia protein penyusun enzim. Umumnya enzim
                                                                                 o
                       mengalami  kerusakan  (denaturasi)  pada  suhu  diatas  50 C.  Walaupun  demikian  ada
                       beberapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi, misalnya taka-diastase dan tripsin.
                       3. Kemasaman  (pH)

                                pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Daya katalisis enzim menjadi rendah
                       pada  pH  rendah  maupun  tinggi,  karena  terjadinya  denaturasi  protein  enzim.  Enzim

                       mempunyai gugus aktif yang bermuatan positif (+) dan negatif (-). Aktivitas enzim akan
                       optimum kalau terdapat keseimbangan antara kedua muatannya. Pada keadaan masam
                       muatannya  cenderung  positif,  dan  pada  keadaan  basis  muatannya  cenderung  negatif

                       sehinggaaktivitas  enzimnya  menjadi  berkurang  atau  bahkan  menjadi  tidak  aktif.  pH
                       optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Sebagai contoh amilase jamur

                       mempunyai pH optimum 5,0, arginase mempunyai pH optimum 10.
                       4. Penghambat  enzim  (inhibitor)

                              Inhibitor enzim adalah zat atau senyawa yang dapat menghambat enzim dengan
                       beberapa cara penghambatan sebagai berikut:
                       a. Penghambat  bersaing (kompetitif)

                              Penghambatan  disebabkan  oleh  senyawa  tertentu  yang  mempunyai  struktur

                       mirip dengan substrat saat reaksi enzimatik akan terjadi. Misalnya asam malonat dapat
                       menghambat  enzim  dehidrogenase  suksinat  pada  pembentukan  asam  fumarat  dari
                       suksinat.  Struktur  asam  suksinat  mirip  dengan  asam  malonat.  Dalam  reaksi  ini  asam

                       malonat  bersaing  dengan  asam  suksinat  (substrat)  untuk  dapat  bergabung  dengan
                       bagian aktif protein enzim dehidrogenase. Penghambatan oleh inhibitor dapat dikurangi

                       dengan  menambah  jumlah  substrat  sampai  berlebihan.  Daya  penghambatannya
                       dipengaruhi  oleh  kadar  penghambat,  kadar  substrat  dan  aktivitas  relatif  antara
                       penghambat dan substrat.

                       b. Penghambat  tidak  bersaing (non-kompetitif)

                              Zat-zat  kimia  tertentu  mempunyai  afinitas  yang  tinggi  terhadap  ion  logam

                       penyusun enzim. Senyawa-senyawa seperti sianida, sulfida, natrium azida, dan karbon
                       monooksida  adalah  senyawa  penghambat  untuk  enzim  yang  mengandung  Fe,  yaitu
                       dengan  terjadinya  reaksi  antara  senyawa-senyawa  tersebut  dengan  ion  Fe  yang

                       menyebabkan  enzim  menjadi  tidak  aktif.  Merkuri  (Hg)  dan  perak  (Ag)  merupakan
                       penghambat       enzim     yang      mengandung        gugusan      sulfhidril   (-SH).



                       60                                                                                  60
                       60                                                                                  60
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64